Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi laporan polisi. (IDN Times/Halbert Caniago)
  • Polres Bogor membenarkan keluarga santri telah melaporkan dugaan penganiayaan oleh oknum guru di pondok pesantren Kecamatan Cijeruk ke Sat PPA.

  • Video yang beredar memperlihatkan korban diduga dipukul berulang kali menggunakan benda panjang, setelah pelaku menghampiri korban di ruang kelas.

  • Kasus viral usai diunggah Bro Ron pada 2 November 2026, sementara pihak pengelola dan pengurus pesantren belum memberi pernyataan resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu, 4 Oktober 2026

Keluarga anak melaporkan dugaan penganiayaan ke Sat PPA Polres Bogor.

sekitar sepekan sebelum video viral

Aksi kekerasan terhadap santri di lingkungan pesantren diperkirakan terjadi.

Senin, 2 November 2026

Video dugaan penganiayaan diunggah ulang oleh Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron dan menjadi viral.

Kamis (5/11/2026) malam

Polres Bogor membenarkan adanya laporan keluarga terkait video penganiayaan tersebut.

hingga berita ini ditayangkan

Pihak pesantren belum memberikan pernyataan resmi. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Video dugaan penganiayaan memperlihatkan seorang guru memukul tangan santri laki-laki berkali-kali dengan benda panjang di sebuah pondok pesantren.
  • Who?
    Seorang guru diduga melakukan kekerasan terhadap santri laki-laki. Keluarga korban telah melaporkan perkara ini ke Sat PPA Polres Bogor.
  • Where?
    Peristiwa diduga terjadi di pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
  • When?
    Laporan keluarga korban dibuat pada 4 Oktober 2026. Video diunggah ulang pada 2 November 2026; waktu pasti kejadian masih belum diketahui.
  • Why?
    Alasan guru diduga memukul santri tersebut per saat ini masih belum diketahui. Pihak pengelola dan pengurus pesantren belum memberikan keterangan resmi.
  • How?
    Dalam rekaman, guru menghampiri korban yang duduk sendiri, menggebrak meja dengan sepatu, lalu memukul tangan korban berulang kali. Polisi menyatakan proses hukum berjalan dan belum menetapkan tersangka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seorang guru di pesantren di Cijeruk, Bogor, diduga memukul tangan seorang santri laki-laki berkali-kali dengan benda panjang. Videonya ramai di media sosial. Keluarga anak itu sudah melapor ke polisi. Sekarang polisi masih memeriksa kejadian ini. Pesantren belum memberi penjelasan, dan belum ada orang yang jadi tersangka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah dugaan kekerasan yang mengusik, laporan resmi dari keluarga dan penanganan oleh Sat PPA Polres Bogor menunjukkan peristiwa ini telah masuk ke jalur hukum. Perhatian publik turut membuat dugaan tersebut terdokumentasi dan diperiksa, sementara status perkara masih ditangani kepolisian dalam proses yang berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang santri laki-laki oleh seorang guru, di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Sigit Wahyudi, membenarkan terkait viral video penganiayaan ini. Dia menyebut sudah ada pelaporan dari pihak keluarga anak ke kepolisian pada Rabu, 4 Oktober 2026.

"Iya, sudah buat laporan ke Sat PPA Polres Bogor." kata Sigit melalui pesan tertulis, Kamis (5/11/2026) malam.

1. Rekaman video perlihatkan aksi pemukulan berkali-kali

Ilustrasi siswa SMA (unsplash.com/Fajar Herlambang STUDIO)

Dalam cuplikan video yang beredar, penganiayaan bermula saat sejumlah santri diminta keluar dari ruang kelas. Lalu, guru yang diduga pelaku kemudian menghampiri korban yang sedang duduk sendirian di balik meja kelas, hingga sang guru melepas sepatu lalu menggebraknya ke meja siswa itu.

Tak berhenti di situ, pelaku mengambil sebuah benda panjang dan memukulkannya ke tangan korban hingga berkali-kali. Tak ada perlawanan dari sang murid.

2. Unggahan viral media sosial dipublikasi Bro Ron

ilustrasi media sosial Instagram (pexels.com/Solen Feyissa)

Tindak kekerasan tersebut viral di media sosial, setelah diunggah ulang oleh pegiat media sosial, Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron, pada Senin, 2 November 2026.

Berdasarkan keterangan unggahan tersebut, aksi kekerasan pada siswa di lingkungan pesantren itu diperkirakan telah terjadi sekitar sepekan sebelum video viral di ruang publik.

Namun, dari perbincangan netizen di media sosial, ada yang membela sang guru ada juga yang membela murid.

3. Proses hukum tetap berjalan dan pihak pesantren belum bersuara

ilustrasi surat keterangan (freepik.com/Katemangostar)

Sementara, hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola maupun pengurus pondok pesantren di Cijeruk, Kabupaten Bogor itu belum memberikan konfirmasi atau memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa dugaan penganiayaan anak tersebut.

Kepolisian juga belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, dan belum diketahui pula apa motif sang guru menganiaya korban.

Curated For You

Editorial Team

Related Article