Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Prasasti Peresmian LRT Baru yang Ditandatangani Prabowo Salah Ejaan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026). (YouTube.com/Sekretariat Presiden)
  • Prasasti peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai menuliskan “di resmikan”, bukan “diresmikan”.
  • Yustinus Prastowo meminta maaf dan menyatakan PT LRT akan segera memperbaiki kesalahan ejaan tersebut.
  • Prabowo Subianto meresmikan jalur sepanjang 12,2 kilometer yang melayani 11 stasiun dari Kelapa Gading hingga Manggarai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (16/9/2026)

Akun @RuteRoyalS12 mengunggah foto prasasti LRT di X dan menyoroti penulisan “di resmikan”. Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan.

Sabtu (19/9/2026)

Yustinus Prastowo dikutip menyampaikan permintaan maaf melalui Threads dan menyebut PT LRT akan segera memperbaiki kesalahan ejaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kesalahan ejaan “di resmikan” ditemukan pada prasasti peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai.
  • Who?
    Yustinus Prastowo meminta maaf, PT LRT akan memperbaiki ejaan, dan Prabowo Subianto meresmikan jalur tersebut.
  • Where?
    Prasasti terkait LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai, yang diresmikan di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan.
  • When?
    Prasasti bertanggal Rabu (16/9/2026). Permintaan maaf Yustinus Prastowo dikutip Sabtu (19/9/2026).
  • Why?
    Warganet menyoroti penulisan “di resmikan” pada prasasti, sementara kaidah bahasa Indonesia menyatakan bentuk yang tepat ialah “diresmikan”.
  • How?
    Foto prasasti diunggah akun @RuteRoyalS12 di X, lalu Yustinus Prastowo menyampaikan permintaan maaf melalui Threads dan menyebut PT LRT akan memperbaikinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada tulisan di prasasti LRT Jakarta yang salah. Tulisannya “di resmikan”, padahal yang benar “diresmikan”. Yustinus Prastowo bilang maaf di Threads. PT LRT akan segera membetulkan tulisan itu. Prasasti itu untuk LRT jalur Kelapa Gading–Manggarai yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Koreksi dari warganet mendapat tanggapan berupa permintaan maaf dari Yustinus Prastowo serta pernyataan bahwa PT LRT akan segera memperbaiki ejaan pada prasasti. Sorotan ini juga menegaskan kaidah penulisan imbuhan di- pada kata kerja pasif, sementara jalur LRT Kelapa Gading–Manggarai telah melayani 11 stasiun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi, Yustinus Prastowo, meminta maaf atas kesalahan ejaan pada prasasti peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai. Prasasti tertanggal Rabu, 16 September 2026 itu menulis "di resmikan", bukan "diresmikan", dan ramai setelah diunggah akun di X.

Dia menyampaikan permintaan maaf itu lewat Threads.

"Terima kasih info dan koreksinya. Mohon maaf atas kesalahan ini. PT LRT akan segera memperbaiki kesalahan ejaan ini," tulisnya dikutip Sabtu (19/9/2026)

1. Frasa dipersoalkan warganet

Presiden Prabowo Subianto mencoba menggunakan moda LRT Jakarta dari Kelapa Gading-Manggarai, pada Rabu (16/9/2026). (YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Akun parodi @RuteRoyalS12 mengunggah foto prasasti itu di X pada Rabu (16/9/2026) dan bertanya, “Why ‘di resmikan’ instead of ‘diresmikan’?” Unggahan itu dilihat 930 ribu kali.

Di Threads, warganet bahkan membalas unggahan permintaan maaf tersebut dengan mempertanyakan anggaran koreksi.

2. Penggunaan imbuhan di- pada kata

Presiden Prabowo Subianto mencoba menggunakan moda LRT Jakarta dari Kelapa Gading-Manggarai, pada Rabu (16/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menurut kaidah bahasa Indonesia, imbuhan di- pada kata kerja pasif ditulis serangkai. Bentuk yang tepat ialah diresmikan. Kaidah penggunaan kata "di" dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi dua aturan utama yakni ditulis terpisah sebagai kata depan (preposisi) dan ditulis serangkai atah digabung sebagai imbuhan (awalan).

Contohnya, di sebagai kata depan (Dipisah) yakni ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya karena berfungsi menunjukkan tempat, waktu, atau arah. Ciri utamanya adalah tidak dapat diubah menjadi kata kerja berawalan me-, serta umumnya dapat disandingkan dengan pasangan kata seperti dari atau ke (contoh: di rumah, di Jakarta, di sore hari).

Sedangkan saat di sebagai imbuhan atau awalan maka digabung, yakni ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya karena berfungsi membentuk kata kerja pasif. Ciri utamanya dapat diubah menjadi bentuk aktif dengan mengganti awalan di- menjadi me- (contoh: dibaca menjadi membaca, ditulis menjadi menulis).

3. Prabowo resmikan LRT Jakarta jalur baru Kelapa Gading-Manggarai

Presiden Prabowo Subianto ikut menjajal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, pada Rabu (16/9/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Peresmian ditandai penarikan tuas miniatur LRT. Total nilai investasi pembangunan jalur itu Rp12,1 triliun. Jalur tersebut membentang 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun, dari Kelapa Gading hingga Manggarai.

Sebelum peresmian, Prabowo menjajal kereta bersama siswa dan kelompok difabel. Setelah jalur ini diresmikan, Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan dari Manggarai hingga Dukuh Atas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article