Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Video Militer Gusur SD di NTT demi Kopdes, TNI: Bukan Mengganti
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas ketika memberikan keterangan kepada media di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
  • TNI mengklarifikasi video viral di Ende, NTT, yang menuduh tentara menggusur SD demi koperasi desa. TNI menegaskan pembangunan hanya untuk akses jalan menuju Koperasi Merah Putih.
  • Kementerian Koperasi menggandeng TNI membangun gudang dan gerai Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia sebagai bagian percepatan program ekonomi rakyat sesuai Inpres dan Perpres 2025.
  • Kemenko Pangan menyebut dalam dua bulan telah terbentuk lebih dari 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang sah secara hukum, dengan ratusan unit siap beroperasi mendukung ekonomi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, mengklarifikasi mengenai video yang viral di media sosial yang menyebut tentara merusak sekolah dasar negeri (SDN) di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) demi pembangunan koperasi desa merah putih (KDMP). Jenderal bintang satu itu menyebut, akses jalan menuju ke KDMP kurang. Sehingga perlu dibangun jalan di belakang sekolah tersebut.

Adapun dalam video yang berdurasi kurang dari dua menit, terlihat alat berat dikerahkan di depan sekolah. "Jadi, bukan KDMP ditaruh untuk menggantikan (keberadaan) sekolah," ujar Nas ketika memberikan keterangan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan, alat berat dibutuhkan lantaran perlu akses jalan di belakang sekolah menuju ke Koperasi Merah Putih (KDMP). Sementara yang tersedia saat ini masih kurang.

"Pas manuver alat berat kena tiang (sekolah) yang pojok. Babinsa dan dandim kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah, lurah dan kepala desa untuk bertanya apakah bisa digeser sejenak (lokasi sekolah). Setelah itu, akan dikembalikan lagi," tutur Jenderal bintang satu itu.

Ia mengatakan, momen tersebut direkam secara amatir dan viral di media sosial. Belum lagi terekam seorang ibu marah-marah lantaran terdampak dari pembongkaran sekolah.

"Kemudian caption-nya (di media sosial), babinsa lebih mengutamakan KDMP dibandingkan sekolah. Narasi semacam ini sangat berbahaya. Apalagi masyarakat kita tidak melihat, mencari tahu dan mendalami fakta yang sebenarnya," katanya.

Narasi yang beredar di media sosial itu, kata Nas, sudah kadung merusak citra TNI. Padahal, yang terjadi di lapangan tidak begitu adanya.

1. TNI mempertanyakan motif menyebarkan narasi negatif di media sosial

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika menyalami Brigjen TNI Muhammad Nas yang dilantik sebagai Kapuspen baru. (Dokumentasi Puspen Mabes TN)

Lebih lanjut, Nas justru mempertanyakan motif dari penyebaran narasi tersebut di media sosial. Mengapa video tersebut diunggah dan disebarkan di dunia maya tanpa ada klarifikasi apapun. Lantaran video viral itu, citra TNI menjadi buruk.

Berdasarkan pantauan IDN Times, video tersebut sudah mendapat hampir 950 ribu views dan lebih dari 10 ribu komentar. Mayoritas komentar yang muncul bernada negatif.

"Maksudnya apa, Pak? Orang yang sengaja membuat klip-klip seperti itu kemudian disebarkan dan diamplifikasi ke mana-mana. Semua bisa melihat dan langsung memberikan judgment sesaat," tutur dia.

Ia menduga, pihak-pihak tertentu yang menggungah video itu sengaja menciptakan keresahan di benak masyarakat, sehingga berpikiran negatif tentang pemerintahan saat ini.

"Kan orang di negara lain yang tidak tahu akan berpikiran 'kok gitu ya (kelakuan) aparat kita? Pertanyaannya kok jahat ya?' Saya bilang yang dilakukan itu menggiring opini biar timbul keresahan dan perpecahan," imbuhnya.

2. TNI ikut digandeng Kementerian Koperasi untuk bangun gudang dan gerai koperasi

Peresmian Koperasi Merah Putih di Kelurahan Sangkrah, Surakarta. (Dok/Prokompim Pemkot Solo)

Sementara, Kementerian Koperasi turut menggandeng TNI dalam proses pembangunannya. Tentara dilibatkan dalam urusan pembangunan gudang dan gerai koperasi desa atau kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Langkah itu menjadi bagian dari percepatan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan, keterlibatan TNI merupakan bentuk gotong royong nasional untuk mempercepat pembangunan ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa. Partisipasi TNI diyakini bisa mengakselerasi pembangunan proyek tersebut.

"Tadi Pak Wakil Panglima (TNI) juga menyampaikan secepatnya puluhan ribu bangunan fisik gudang-gudang, gerai-gerai akan segera kami bangun," ujar Ferry di Cibitung pada 17 Oktober 2025 lalu.

Pemerintah sejak akhir 2025 mulai membangun 800 unit gudang dan gerai Koperasi Desa Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Pembangunan infrastruktur pendukung ini juga dilakukan secara bertahap di daerah lainnya.

3. Kemenko Pangan klaim dalam dua bulan sudah berdiri 80 ribu koperasi desa merah putih

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (IDN Times/Tino).

Sementara, selain Kementerian Koperasi, proyek Kopdes Merah Putih juga dikerjakan bersama-sama oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Menko Pangan, Zulkifli Hasan, pada 2025 lalu mengklaim sudah ada 80 ribu koperasi desa atau kelurahan Merah Putih yang memiliki dasar hukum. Hal itu dilakukan dalam kurun waktu 2 bulan.

"Dalam waktu kurang dari 2 bulan, telah terbentuk lebih dari 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sah secara hukum, dan 108 di antaranya siap beroperasi," ujar Zulkifli seperti dikutip dari situs resmi Kemenko Pangan.

Unit usaha KDMP meliputi penyediaan sembako, simpan pinjam anggota, pengelolaan apotek dan klinik desa, cold storage dan logistik, hingga penyediaan pupuk, benih, serta serapan hasil tani.

Nantinya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga diwajibkan untuk membeli bahan mentah untuk proyek MBG dari koperasi desa atau kelurahan Merah Putih.

Editorial Team

Related Article