Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wamenhaj Minta Pemandu Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia Di-Blacklist

2 min read
Wamenhaj Minta Pemandu Umrah Diduga Hina Jemaah Lansia Di-Blacklist
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak meminta muthawif yang diduga menghina jemaah umrah lansia dimasukkan daftar hitam jika terbukti melanggar etika.
  • Dahnil menegaskan muthawif wajib sabar dan mampu membimbing jemaah; pelanggar dapat diblacklist dari travel maupun penyelenggaraan haji.
  • Kemenhaj akan melakukan tabayyun dengan memanggil dan meminta keterangan muthawif, melibatkan Kantor Urusan Haji di Arab Saudi serta Ditjen terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta muthawif atau pemandu umrah yang viral diduga menghina jemaah lansia, dimasukkan ke daftar hitam atau blacklist.

"Iya, saya sudah sampaikan supaya ada blacklist terhadap yang bersangkutan apabila kemudian itu melanggar etika terkait dengan fungsi yang bersangkutan sebagai muthawif, yang selalu seharusnya membimbing jemaah haji," ujar Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).

  1. 1. Jadi pemandu jemaah umrah harus sabar

    Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Dahnil menegaskan, menjadi seorang muthawif harus memiliki kesabaran. Oleh karena itu, apabila seorang muthawif tidak bisa bersabar, layak masuk daftar hitam.

    "Jadi memang seharusnya kesabaran itu adalah bagian hal yang penting. Kemudian fungsi-fungsi bimbingan itu harus ada di diri setiap muthawif. Saya sudah sampaikan supaya kemudian yang bersangkutan di-blacklist di travel, kemudian di penyelenggaraan haji," kata dia.

  2. 2. Perlu ada upaya tabayyun

    IMG_20260407_135749.jpg
    Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak menghadiri kegiatan manasik Haji di Asrama Haji Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Meski demikian, Dahnil mengatakan, masih perlu upaya tabayyun terhadap muthawif yang diduga menghina jemaah umrah lansia.

    "Tapi tentu ada tabayun dulu, dipanggil, kemudian diminta keterangan dan sebagainya. Saya sudah minta pihak Kantor Urusan Haji kita di Arab Saudi dan teman-teman Dirjen Pengendalian ibadah haji di dalam negeri," ucap dia.

  3. 3. Sudah ada standarisasi menjadi muthawif

    Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak
    Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Dalam kesempatan itu, Dahnil menegaskan, Kemenhaj sudah ada standarisasi menjadi muthawif. Menurutnya, hal itu sudah diatur Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

    "Kemenhaj tentu ada (standarisasi). Jadi kan kita ada Dirjen Bina Penyelenggara Haji dan Umrah, nah itu fungsi-fungsi pembinaan ada di Dirjen itu. Nanti kita konfirmasi lagi atau tabayyun lah kepada yang bersangkutan," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More