Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WANSUS Jubir Otorita IKN: Pembangunan IKN On The Track, Tak Akan Mangkrak
Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw (Dok. IDN Times)
  • Otorita IKN menyatakan pembangunan memasuki tahap kedua, dengan tahap pertama hampir rampung dan 1.174 pegawai telah menetap serta bekerja di Nusantara sejak 2025.
  • Fasilitas kota mulai beroperasi, termasuk hunian ASN, bus listrik gratis, ruang publik, pusat kuliner, hotel, dan area wisata; IKN dirancang sebagai Forest City serta kota berjarak tempuh 10 menit.
  • Otorita menegaskan proyek IKN berlanjut lintas pemerintahan; tol Balikpapan-IKN ditargetkan fungsional akhir 2026, sementara kompleks legislatif dan yudikatif disiapkan menuju status ibu kota politik pada 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Sebanyak 1.174 pegawai Otorita IKN mulai menetap dan bekerja di Nusantara. Perpres Nomor 79 Tahun 2025 menguatkan target IKN menjadi ibu kota politik pada 2028.

libur Lebaran atau Idul Fitri tahun 2026

Masjid Negara yang telah rampung digunakan untuk menampung jamaah.

22 Juli 2026

Wawancara khusus IDN Times dengan Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw ditayangkan.

akhir 2026

Jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan IKN ditargetkan fungsional dan selesai.

2028

IKN ditargetkan menjadi ibu kota politik setelah kompleks legislatif dan yudikatif selesai.

kini

IKN telah memasuki tahap kedua pembangunan, sementara tahap pertama hampir rampung. Pembangunan infrastruktur utama dan kompleks legislatif serta yudikatif terus berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN masih jalan. Tahap pertama hampir selesai, lalu tahap kedua dimulai. Ada 1.174 pegawai yang tinggal dan bekerja di sana. Mereka punya rumah, bus listrik gratis, toko, dan tempat makan. Jalan tol, bandara, gedung parlemen, dan gedung pengadilan juga sedang dibuat. IKN ditargetkan jadi ibu kota politik pada 2028.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kehadiran pegawai yang telah menetap, hunian berfasilitas, bus listrik gratis, ruang publik, serta kegiatan UMKM menggambarkan IKN mulai memiliki denyut kehidupan sehari-hari. Pembangunan yang memasuki tahap kedua juga dipadukan dengan konsep kota berjalan kaki, penataan air, dan ruang hijau luas, sehingga perhatian tidak hanya tertuju pada bangunan pemerintahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) diklaim terus berjalan sesuai rencana meski masih dibayangi berbagai keraguan publik. Otorita IKN memastikan proyek calon ibu kota baru Indonesia itu kini telah memasuki tahap kedua pembangunan, setelah penyelesaian tahap pertama disebut hampir rampung.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan ekosistem perkotaan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) juga mulai terbentuk. Sejak 2025, sebanyak 1.174 pegawai Otorita IKN telah menetap dan bekerja di Nusantara dengan menempati hunian aparatur sipil negara (ASN) yang telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

Menurut Troy, pembangunan IKN tak hanya berfokus pada gedung pemerintahan, tetapi juga menghadirkan kawasan yang layak huni dan nyaman bagi masyarakat. Beragam fasilitas publik, mulai dari transportasi bus listrik gratis, ruang terbuka hijau, pusat kuliner, hingga kawasan wisata, mulai beroperasi untuk mendukung aktivitas penghuni maupun pengunjung.

Di sisi lain, Troy juga menepis anggapan bahwa pembangunan IKN mangkrak. Ia menegaskan, proyek strategis nasional tersebut tetap berlanjut dari masa pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, pembangunan infrastruktur utama seperti jalan tol Balikpapan-IKN, kawasan legislatif dan yudikatif, hingga bandara terus dikebut sebagai bagian dari tahap kedua pembangunan.

Dalam wawancara khusus bersama IDN Times, Troy membeberkan sejumlah perkembangan terbaru IKN, mulai dari progres pembangunan, kehidupan para ASN di ibu kota baru, konsep Forest City dan 10 Minutes Walk City, hingga penjelasan mengenai status IKN sebagai ibu kota politik pada 2028. Ia pun mengajak masyarakat datang langsung ke IKN untuk melihat perkembangan di lapangan dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak benar mengenai proyek tersebut.

Berikut ini wawancara khusus bersama Troy Pantouw dalam acara Ngobrol Seru by IDN Times yang tayang pada Rabu, 22 Juli 2026.

1. Progres dari IKN sekarang seperti apa dan sudah sejauh mana? Bapak sendiri sehari-hari sudah berkantor di IKN?

Staf Khusus Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw (Dok. IDN Times)

Jadi mungkin tadi yang ditanyain udah berapa lama tinggal di IKN. Jadi sejak tahun 2025, kami pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara itu sudah menetap di Ibu Kota Nusantara. Jadi ada sekitar 1.174 pegawai Otorita Ibu Kota Nusantara. Jadi ini ekosistem kotanya juga sudah mulai hidup. Nah, kami tinggal di hunian-hunian rusun, ya, rumah susun, tapi itu apartemen sebetulnya. Jadi di hunian tersebut 98 meter persegi untuk sementara ini yang dipakai, ada tiga kamar. Ada satu kamar utama, ada kamar mandi dalam, dan kemudian ada dua kamar yang ukuran lebih kecil begitu ya. Lalu dilengkapi dengan mesin cuci, lemari es, air panas, air dingin gitu, ada pantry.

Dan bahkan kualitas air yang diminum, ya, di kawasan inti pusat pemerintahan dan termasuk di rusun, adalah kualitas air minum. Air minum langsung dari tap water. Itu bisa dinikmati. Bahkan ada di kawasan Plaza Seremoni yang di depan Istana Negara, nanti bisa dilihat di videonya itu, ada beberapa titik itu bagi pengunjung bisa mengonsumsi air di situ untuk refill.

Sekarang IKN sudah masuk ke tahap kedua. Tahap pertama ya boleh dikatakan sudah hampir 100 persen. Jadi ya, memang yang harus diselesaikan, yang dijalankan oleh kementerian yang memang harus menuntaskannya, misalnya dari Kementerian PU. Pembangunan jalan tol ini memang sedang finalisasi. Nanti insyaallah, nanti puji Tuhan, akhir 2026 ini jalan tol kita yang dari menghubungkan antara Balikpapan ke IKN maupun sebaliknya, ini bisa fungsional, bisa selesai di akhir tahun 2026. Nah, kemudian Masjid Negara juga sudah rampung, sudah tuntas, dan bahkan kemarin pada libur Lebaran atau Idul Fitri tahun 2026 itu sudah dimanfaatkan. Masjid Negara ini bisa menampung 60.000 orang jamaah.

Kemudian di kompleks tempat religi, itu selain Masjid Negara sudah terbangun Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, yang nantinya akan menjadi Basilika. Selain itu ada tempat ibadah untuk teman-teman Kristen. Lalu juga ada untuk saudara-saudara kita dari agama yang lain. Jadi semua terlayani dengan baik. Dan di situ juga ada pegawai-pegawai yang sudah berkantor, misalnya dari Bank Indonesia, BIN dan Polri, Kopassus, dari Kementerian PU, perumahan, dan beberapa dari Kementerian Perhubungan karena sudah ada bandara Nusantara yang saat ini menuju proses menjadi bandara umum.

Kalau dari jumlah ASN yang sudah menetap di sana ada berapa? Kemudian mereka ini menempati berapa tower yang ada di IKN?

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Iya, jadi dari 1.174 sekitar itu ya, untuk dari Otorita, pegawainya memang sebagian besar adalah ASN. Dan mereka menempati sekarang total ini kita ada 52 tower. Iya, ada 51 tower keseluruhan. Sebetulnya menarik begini, bukan hanya menempati hunian tersebut begitu ya. Kami berikan fasilitas untuk mobilisasi.

Ibu Kota Nusantara itu konsepnya sebetulnya 10 Minutes Walk City. Jadi 10 menit bergerak ke satu titik ke titik lain itu udah nyampe, gitu. Karena memang kota ini dirancang sedemikian rupa untuk menjadi kota yang liveable city, artinya kota yang nyaman untuk dihuni, dan juga loveable city. Ada rute-rute untuk bis listrik juga di sana, jadi menghubungkan dari tempat hunian pegawai menuju ke kantor.

Lalu menuju misalnya mau ke Plaza Seremoni. Di situ juga seperti melting pot-nya orang-orang untuk bisa ngopi-ngopi. Ada kafe Excelso, ada minimarket Indomaret, Alfamart, BNI, BCA, Roti O, lalu bahkan ada Electronic City. Belum lagi ada dari UMKM-UMKM. Ada panggung yang setiap malam ada sajian kesenian daerah. Dan satu hal, di IKN ini semua orang boleh masuk. Jadi tidak ada batasan, semua orang bebas masuk ke IKN.

Wapres sempat berkunjung melihat antusias masyarakat berkunjung ke IKN. Kalau wisata sehari ke IKN, kira-kira bisa kunjungi mana saja?

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau Kawasan Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (31/12/2025) (dok. Setwapres)

Iya, memang kami menamakannya Kawasan Inti Pusat Pemerintahan. Itu memang area eksekutif, legislatif, yudikatif, yang sekarang sedang dibangun pada saat ini. Ini wilayah yang menjadi favorit ini, di depan Istana. Kemudian ini yang saya sebut dengan Plaza Seremoni. Lalu kemudian ada tiang bendera ini, ya 76 meter tingginya, ini namanya Taman Kusuma Bangsa. Tetapi kemudian juga ada masyarakat yang pernah berkunjung sebelumnya, yang disebut dengan Titik Nol. Nah, tempat itu sekarang udah berubah. Sudah ada tugu-tugunya, ini disebut dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Karena konsep dari IKN ini juga warga itu suka datang ke objek-objek yang cantik itu karena estetik.

IKN itu konsepnya salah satunya adalah Forest City. Jadi it's not only just an ordinary city, but it's a forest city. Kami membangun di IKN itu hanya sekitar 20, maksimum 30 persen itu bangunan sarana prasarana. Sisanya 65, 70 persen lebih itu adalah untuk reforestasi. Kami kembali meliarkan lagi, menanam kembali, yang disebut dengan konsepnya oleh Pak Basuki adalah rewilding.

Seberapa natural kota di IKN, apakah masih banyak kabut seperti yang digambarkan di media sosial?

Itu betul sekali, barangkali ada di beberapa tempat di kota besar sudah langka ya. Udaranya itu kualitasnya sehat, segar, udaranya bagus, udaranya sejuk. Kalau pagi kita masih bisa merasakan kabut itu betul banget gitu. Indah sekali, suara burung, suara binatang-binatang liar.

Nah, kemudian sore hari, misalnya habis hujan, kita naik ke agak tinggi lagi itu area Glamping namanya. Di situ, area Glamping itu nanti kami akan bangun ada beberapa bangunan itu untuk resor. Di depannya ada nanti tempat untuk restoran, lalu ada jembatan kaca. Nah, di situ nanti adalah public area. Sebetulnya kemarin juga warga udah pada datang tuh di situ, sampai antreannya ribuan. Kalau habis hujan, di sore hari, kabutnya indah sekali itu di situ. Dari atas bisa melihat pemandangan IKN, termasuk bisa dilihat istana, lampu-lampunya juga estetik dan cantik.

Kalau berkunjung ke IKN apakah ada batas waktu kunjungan bagi masyarakat yang berwisata?

Ya, sebetulnya jam 9 malam itu UMKM, beberapa kafe, restoran, ya mereka mulai tutup ya. Jadi memang jam 9 malam juga pengunjung atau pun mereka yang ada di sekitar situ mereka kembali ke tempatnya masing-masing. Entah menginap di hotel di sekitar situ, atau mungkin pulang ke daerahnya. Di IKN ini sudah ada dua hotel yang di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan saja. Ada Swissotel, itu hotel bintang lima. Kemudian ada Hotel Qubika bintang tiga. Di luar kawasan memang ada juga homestay, hotel juga. Cukup banyak.

Bagaimana fasilitas dan akses transportasi umum di IKN?

Iya, jadi memang betul. Kelebihan kami yang kedua itu, sesuai dengan visi IKN adalah Sponge City. Artinya, kami memberikan perhatian untuk penataan tata air di IKN, salah satunya untuk menurunkan suhu yang tinggi itu dengan adanya embung itu. Kemudian juga untuk pengelolaan air, pencegahan banjir dan sebagainya. Tapi tidak pernah ada banjir itu di IKN, itu hoaks semuanya. Embung itu bukan hanya sekadar danau buatan kecil, tetapi juga ada jogging track-nya, ada spot-spot untuk berekreasi keluarga. Nanti ke depan ada titik-titik tertentu yang boleh memancing.

Bahkan ada satu embung, namanya Daerah Aliran Sungai Sangai, itu nyambung dari tempat tinggal kami dengan jogging track menuju ke embung tersebut. Itu ada perahu juga kami siapkan untuk berekreasi bersama keluarga.

Kemudian transportasi umum, jadi hari ini bus listrik saat ini ini semuanya free. Mobilitas keliling, ada rutenya, dan itu setiap 10 sampai 15 menit sekali. Sangat mudah dan boleh dipakai oleh warga. Bebas. Dan itu bukan hanya di dalam kawasan, tetapi ada sedikit di luar kawasan, itu namanya shuttle area atau rest area untuk mereka yang datang dari luar pakai travel. Nah dari situ nanti warga bisa pakai si bis itu gratis, dan ber-AC.

Bagaimana akses parkir kalau ada wisatawan yang bawa kendaraan pribadi?

Ada, ada. Jadi memang kami sediakan tempat-tempat parkir untuk umum. Ya, kantong-kantong parkir untuk umum. Nanti akan diarahkan oleh petugas-petugas, jadi masyarakat tidak perlu khawatir ya. Jangan kesulitan. Akan ada parkir, akan ada di mana, termasuk sepeda motor. Dan memang pada saat waktu-waktu tertentu, terutama liburan ya, musim liburan akhir tahun, lebaran, termasuk begitu ya, hari-hari besar. Itu antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Jadi saya juga terima kasih kepada warga, yang terus antusias untuk datang ke Ibu Kota Nusantara. Kami berterima kasih dari OIKN, begitu ya. Dan kami sediakan juga lahan-lahan parkir tertentu dalam kondisi khusus begitu di sekitar jalan begitu. Jadi kami siapkan.

Bagaimana tanggapan bapak soal isu yang gencar bahwa IKN akan mangkrak?

Semuanya, semuanya on the track. Insyaallah ya, puji Tuhan, semuanya on the track, ya. Jadi tidak ada keraguan, tidak ada hal-hal yang mengatakan bahwa IKN itu tidak berprogres, ataupun IKN tidak berjalan. Jadi mulai dari era Bapak Presiden Joko Widodo, sampai sekarang di Bapak Presiden Prabowo Subianto, ini di mana IKN terus berjalan, terus berprogres. Tidak ada yang mengatakan bahwa ini pembangunan berhenti, ya, ataupun stop dan sebagainya.

Bahkan Pak Presiden Prabowo Subianto juga sudah hadir di IKN. Terima kasih pada Pak Presiden beserta dengan jajaran, Pak Seskab juga pada waktu itu, Pak Mensesneg. Datang pada bulan Januari, dan beliau meninjau langsung, dan pada saat itu menarik sekali. Beliau dengan helikopter ya, mendarat di Istana Negara, di depan Istana Garuda. Pada saat itu petang hari gitu kan ya, lampu-lampunya semua nyala. Bagus sekali gitu, manis apa, sangat sangat indah gitu.

Dan ini juga saya ingin sampaikan juga. Termasuk penguatan lewat Perpres, Nomor 79 Tahun 2025. Di situ dikatakan bahwa Ibu Kota Negara, Ibu Kota Nusantara akan menjadi ibu kota politik pada tahun 2028. Jadi tidak ada keraguan sama sekali. Termasuk yang kemarin Putusan MK. Itu sebetulnya malah menguatkan bahwa IKN itu menjadi ibu kota Indonesia, ya. Nah, memang kami saat ini sedang proses, tentu saja dari Pak Presiden untuk mengeluarkan nanti keputusan, kapan dimulainya IKN sebagai ibu kota Nusantara, ya ibu kota negara itu. Tetapi di dalam Perpres 79, sebetulnya sudah sangat jelas. Tahun 2028, ketika itu selesai kompleks legislatif dan yudikatif. Yang saat ini kami mohon doa restunya nih seluruh warga negara dan bangsa Indonesia, mari kita dukung dan mendoakan IKN ini bisa tuntas pembangunannya dan siap digunakan.

Terkait IKN akan jadi Ibu Kota Politik 2028 maksudnya seperti apa?

Plaza Seremoni di ruang komunal urban, di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim). (dok. Brantas Abipraya)

Jadi terminologi itu sebetulnya sama saja dengan ibu kota seperti pada umumnya. Tetapi memang yang disampaikan itu adalah selesainya Trias Politica yang tiga fungsi pemerintahan, yang inti, yaitu eksekutif. Nah, ini kan sudah terbangun kan, seluruh sarana prasarananya untuk eksekutif, termasuk kantor, menteri koordinator, hunian ASN, hunian wakil presiden. Nah itu sudah selesai ya, itu eksekutif.

Jadi semuanya sudah tersedia, ya, termasuk kantor untuk kementerian maupun untuk perangkat-perangkat pendukungnya, semuanya, ya. Nah, sekarang yang sedang dibangun adalah untuk yang Trias Politica yang berikutnya, yaitu yang legislatif, ya gedung parlemen itu, dan kemudian untuk yudikatif, MA dan sebagainya. Jadi, itu yang dimaksud sebetulnya. Tetapi nanti pada akhirnya adalah sebagai ibu kota.

Melihat progres pembangunan, artinya IKN saat ini sudah sesuai rencana sehingga masyarakat tidak perlu ragu lagi?

Betul. Jadi bahkan ini kami di sana semangat untuk membangun. Silakan masyarakat berkunjung, karena ada adagium "seeing is believing." Lihat sendiri, jadi percaya. Tapi jadi, ada satu lagi yang apa jangan dilupakan. Kalau lihat percaya, beritakan yang benar tentang IKN.

Jadi isu IKN mangkrak sampai banjir hoaks ya pak?

Itu hoaks, itu nggak benar itu beritanya. Terakhir, tolong minimum effort itu adalah doakan. Doakan. Karena IKN ini adalah doa seluruh bangsa Indonesia. Karena ini membuat paradigma ya, baru Indonesia, Indonesia yang berbeda. Jadi IKN itu menjadi growth center of Indonesia. Tempat pertumbuhan baru untuk Indonesia.

Saya pernah bicara dengan jurnalis asing. "Troy, this is one of the new conversations of Indonesia." Ini satu percakapan yang baru itu akan tercipta di Indonesia, dengan adanya Ibu Kota Nusantara ini. Bayangin, orang asing begitu kagum terhadap Indonesia. Saya yakin orang Indonesia tidak kalah kagum dengan Ibu Kota Nusantara.

Editorial Team

Related Article