Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada Bencana Awal Juni, Angin Kencang dan Karhutla Landa Sejumlah Daerah
Pemadam bantu padamkan api di lokasi karhutla Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Awal Juni 2026, sejumlah wilayah Indonesia dilanda bencana seperti angin kencang dan kebakaran hutan serta lahan menurut laporan BNPB.
  • Karhutla meluas di beberapa daerah Aceh termasuk Aceh Tengah, Aceh Barat, dan Nagan Raya dengan total puluhan hektare lahan terbakar.
  • Hujan deras disertai angin kencang merusak belasan rumah di Serdang Bedagai, sementara BNPB mengimbau masyarakat tetap siaga menghadapi potensi bencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana alam berupa kebakaran hutan dan lahan serta cuaca ekstrem dengan hujan deras disertai angin kencang pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.
  • Who?
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD setempat, tim gabungan pemadam kebakaran, serta masyarakat terdampak di Aceh dan Sumatra Utara terlibat dalam penanganan kejadian ini.
  • Where?
    Bencana terjadi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Barat, Nagan Raya di Provinsi Aceh, serta Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatra Utara.
  • When?
    Kejadian berlangsung antara Kamis 28 Mei hingga Senin 1 Juni 2026, dengan laporan resmi diterima BNPB pada Selasa 2 Juni 2026 pagi.
  • Why?
    Kebakaran dipicu kondisi cuaca panas dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api, sementara kerusakan rumah di Sumatra Utara disebabkan hujan lebat disertai angin kuat.
  • How?
    BPBD bersama tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan pompa air dan peralatan darurat. BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat struktur bangunan menghadapi potensi bencana serupa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Awal bulan Juni ada angin kencang dan api besar di beberapa tempat. Di Aceh, banyak tanah dan pohon terbakar, tim pemadam masih kerja padamkan api. Ada juga hujan deras dan angin kuat di Sumatra Utara yang bikin rumah rusak. Sekarang orang-orang diminta hati-hati dan siap kalau cuaca buruk datang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun sejumlah wilayah dilanda angin kencang dan kebakaran hutan, artikel ini menunjukkan kesiapsiagaan yang kuat dari berbagai pihak. Tim gabungan BPBD, Damkar, dan BNPB bergerak cepat memadamkan api serta melakukan asesmen di lokasi terdampak. Respons tanggap ini mencerminkan koordinasi efektif dan kepedulian tinggi terhadap keselamatan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Memasuki awal bulan Juni, sejumlah bencana terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026) pukul 07.00 WIB, telah terjadi angin kencang dan kebakaran hutan serta lahan.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendominasi di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh pada Sabtu (30/5/2026).

"Titik api terpantau sekitar pukul 18.00 WIB setelah Posko Damkar Kecamatan Ketol menerima informasi bahwa sedang terjadi kebakaran lahan. Lokasi terdampak berada di Gampong Kala Ketol Kecamatan Ketol, Gampong Pendere Saril Kecamatan Bebesen dan Gampong Pukes Kecamatan Kebayakan," demikian keterangan dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip Selasa (2/6/2026).

Akibat kebakaran tersebut, lahan seluas 3 hektare habis terbakar. Pada Minggu (31/5/2026) api berhasil dipadamkan.

1. Tim gabungan masih berjibaku padamkan titik api di beberapa wilayah Aceh

Petugas padamkan api karhutla. (IDN Times/istimewa).

Masih di Provinsi Aceh, Abdul Muhari menyebutkan, karhutla juga melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada Minggu (31/5/2026). Kejadian ini melanda Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung yang berada di Kecamatan Bubon.

BPBD bersama tim gabungan berupaya memadamkan titik api. Lahan seluas 2 hektare ludes terbakar. Hingga Senin (1/6/2026) malam, api masih belum padam dan operasi pemadaman terus berjalan.

Kejadian yang sama juga terjadi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Titik api terpantau di Gampong Kayee Uneo Kecamatan Darul Makmur dan Gampong Babah Lueng Kecamatan Tripa Makmur pada Minggu (31/5). Hasil pendataan sementara, lahan seluas 17 hektare habis terbakar.

BPBD bersama tim gabungan mengerahkan dua mesin unit pompa air untuk melakukan pemadaman. Hasil pemantauan visual, api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam penanganan. Diperkirakan api masih bisa meluas mengingat kondisi cuaca saat ini panas dan angin kencang.

2. Hujan deras dan angin kencang landa Serdang Bedagai, Sumut

Rumah warga rusak akibat angin kencang di Jalan Andi Paturuni, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (1/2/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Selain karhutla, laporan kejadian cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Fenomena ini berdampak pada tiga kecamatan yakni Kecamatan Perbaungan, Kecamatan Serbajadi dan Kecamatan Tebing Tinggi.

"Sedikitnya terdapat 14 unit rumah mengalami rusak berat akibat kejadian ini. BPBD segera menuju lokasi kejadian dan melakukan asesmen serta upaya penanganan," ujar Abdul.

3. BNPB imbau masyarakat dan pemda siaga dan waspada

BPBD Jatim saat penanganan angin kencang di kawasan De Naila Village klaster The Fazza. IDN Time/Ardiansyah Fajar.

Menyikapi bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Perihal antisipasi potensi risiko bencana angin kencang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti memangkas dahan pohon yang sudah rimbun, memperkuat atap struktur rumah dan membersihkan saluran air agar tidak tersumbat.

Selain itu, masyarakat juga dapat memperbarui informasi prakiraan cuaca dan potensi risiko di wilayah masing-masing dari sumber informasi lembaga resmi.

Editorial Team

Related Article