Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelayaran di Laut Merah Anjlok Usai Houthi Serang Kapal Arab Saudi

Pelayaran di Laut Merah Anjlok Usai Houthi Serang Kapal Arab Saudi
Wilayah Laut Merah yang dilihat dari citra satelit. (commons.wikimedia.org/NASA)
Intinya Sih
  • Pelayaran komersial di Selat Bab el-Mandeb turun menjadi 10–11 kapal per hari, terendah dalam beberapa bulan, setelah Houthi menyerang dua tanker minyak Arab Saudi.
  • Serangan Houthi terhadap tanker Arab Saudi menyebabkan ledakan dan kerusakan parah tanpa korban jiwa; Arab Saudi bersama pemerintah Yaman membalas dengan menyerang situs militer Houthi di Hodeidah.
  • Lalu lintas di Selat Hormuz juga kurang dari 10 kapal per hari, mengganggu dua jalur strategis perdagangan dan minyak Timur Tengah menuju pasar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jumlah pelayaran di Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb berkurang drastis usai milisi Yaman sekaligus sekutu setia Iran, Houthi, menyerang kapal tanker Arab Saudi yang berlayar di perairan tersebut. Kabar itu termuat dalam data terbaru yang dirilis lembaga pemantau lalu lintas laut, Kpler, pada Senin (27/7/2026).

Menurut Kpler, hanya ada 10 sampai 11 kapal komersial yang melintas di Selat Bab el-Mandeb per hari dalam sepekan kemarin. Jumlah ini merupakan yang terendah dalam beberapa bulan terakhir. Sebab, biasanya, ada puluhan kapal yang berlayar di selat tersebut untuk melakukan aktivitas ekspor dan impor barang komoditas dari Timur Tengah ke pasar global maupun sebaliknya.    

1. Houthi menyerang kapal Arab Saudi pada pekan lalu

Kapal tanker minyak sedang berlayar di laut.
potret kapal tanker minyak (unsplash.com/Shaah Shahidh)

Houthi sendiri menyerang dua kapal tanker minyak asal Arab Saudi yang sedang melintas di Selat Bab el-Mandeb pada pekan lalu. Serangan itu merupakan bentuk dukungan terhadap Iran untuk memerangi sekutu Amerika Serikat (AS). Serangan itu membuat kapal meledak dan mengalami kerusakan parah. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut. 

Serangan itu dilakukan sebagai upaya Houthi melakukan embargo maritim terhadap semua kapal yang berasal dari Arab Saudi. Sebab, Arab Saudi menjadi salah satu sekutu AS. Di negara tersebut, ada banyak pangkalan militer Washington yang selama ini digunakan untuk menggempur Teheran.

2. Arab Saudi membalas serangan Houthi

Bendera Arab Saudi sedang berkibar.
potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)

Serangan Houthi di Selat Bab el-Mandeb tadi langsung dibalas oleh Arab Saudi. Bekerja sama dengan Pemerintah Yaman, angkatan bersenjata Arab Saudi sukses meluncurkan serangan balasan ke situs militer Houthi yang ada di Hodeidah. Hodeidah sendiri merupakan kota pelabuhan yang ada di Yaman. 

“Kami melakukan operasi balasan militer yang proporsional terhadap sasaran militer sah milik milisi teroris Houthi di Provinsi Hodeidah,” kata seorang jenderal Arab Saudi, Turki Al-Malki, dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip Arab News. Ia menambahkan bahwa serangan balasan Arab Saudi ke Houthi berjalan lancar.

3. Jumlah pelayaran di Selat Hormuz juga menurun

Peta Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Selain di Selat Bab el-Mandeb, jumlah pelayaran di Selat Hormuz saat ini juga masih menurun. Menurut data terbaru dari Kpler, hanya ada kurang dari sepuluh kapal per hari yang berlayar di selat tersebut selama pekan lalu. Padahal, aksi saling serang antara AS dan Iran yang kembali pecah pada 11 Juli lalu kini sudah mereda.

Turunnya lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz ini menunjukkan bahwa kedua perairan internasional tersebut sedang tidak aman untuk dilintasi kapal. Ini tentu bisa berbahaya bagi situasi ekonomi global. Sebab, Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz merupakan jalur strategis ekspor impor dan minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Jika lalu lintas kapal di sana terganggu, ekspor minyak juga ikut terganggu sehingga harganya bisa kembali naik. Jika harga minyak naik, maka harga kebutuhan pokoknya lainnya juga bakal naik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More