Diserang Ukraina, E-commerce Rusia Hapus Penjualan Peralatan Perang

- Wildberries menghapus bagian Operasi Militer Khusus setelah drone Ukraina menyerang sejumlah gudangnya, menyusul dugaan platform tersebut menjual dan menyimpan perlengkapan tempur.
- Analisis menemukan lebih dari 200 ribu produk militer di Wildberries; perlengkapan seperti rompi antipeluru dan helm masih tersedia melalui kategori Sport serta barang kegunaan ganda.
- Usai serangan yang merusak gudang Yekaterinburg tanpa korban jiwa, Wildberries menangguhkan operasional dan membekukan pelunasan pinjaman UMKM, sambil memberi relaksasi serta kompensasi kepada 88 ribu toko.
Jakarta, IDN Times - Platform e-commerce Rusia, Wildberries, akhirnya menghapus bagian Operasi Militer Khusus dalam platformnya pada Minggu (26/7/2026). Keputusan ini menyusul serangan drone Ukraina yang menargetkan gudang Wildberries.
Lebih dari sepekan terakhir, Ukraina sudah menargetkan sejumlah gudang Wildberries di Rusia. Serangan ini terjadi setelah Ukraina melihat dugaan platform e-commerce terbesar di Rusia tersebut menjual dan menyimpan persenjataan dan peralatan tempur.
1. Terdapat lebih dari 200 ribu produk militer di Wildberries

Berdasarkan analisa dari The Moscow Times dilansir The Kyiv Independent, terdapat lebih dari 200 ribu produk militer di Wildberries. Ketika pengguna mencari dengan pertanyaan ‘everything for the SVO (operasi militer khusus)’, sistem pencari tidak akan menjawab.
Meskipun demikian, peralatan tempur tersebut masih tetap tersedia dalam platform tersebut. Alat tempur, seperti rompi anti-peluru, helm tentara, dan lainnya masih dapat ditemukan dalam kategori Sport.
Selama ini Wildberries juga menawarkan sejumlah barang kegunaan ganda yang bisa digunakan dalam perang. Barang tersebut meliputi rompi antipeluru dan fiber optik untuk drone.
2. Wildberries tutup operasional gudang di Yekaterinburg usai diserang Ukraina

Pada saat yang sama, Wildberries mengumumkan penangguhan operasional pusat logistik dengan alasan keamanan. Penangguhan itu usai diserang drone Ukraina yang merusak sejumlah bagian gudang.
Dilansir The Moscow Times, Gubernur Sverdlovsk, Denis Pasler, mengatakan bahwa memang ada serangan di Yekaterinburg. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Sirine serangan udara sudah menyala tepat di tengah penyelenggaraan Russian Athletic Championship. Alhasil, atlet dan para penonton di stadion terbuka diharuskan berlindung ke bunker terdekat.
3. Wildberries bekukan pembayaran pinjaman untuk pebisnis kecil dan menengah

Menyusul serangan Ukraina ke gudang Wildberries, perusahaan ecommerce Rusia tersebut membekukan pelunasan pinjaman untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keputusan ini untuk membantu UMKM Rusia yang terdampak serangan Ukraina kali ini.
Sebelumnya, Wildberries sudah mengumumkan paket relaksasi kepada bisnis yang bergantung pada platformnya dengan mengurangi biaya penyimpanan, diskon promosi untuk sejumlah produk dan menghapus biaya transit regional. Sebanyak 88 ribu toko sudah mendapat kompensasi imbas kerusakan barangnya.




















