“Tidak ada jalan lain selain jihad dan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Komitmen teguh Hizbullah terhadap terorisme telah menjadi pesan yang menginspirasi bagi mereka yang mengejar pembebasan dari kesombongan global dan kemenangan Ilahi,” tulis Mojtaba dikutip Jerusalem Post.
Mojtaba Khamenei Dukung Hizbullah Lanjutkan Jihad Perangi AS-Israel

- Mojtaba Khamenei menyatakan dukungan berkelanjutan Iran kepada Hizbullah dan menyerukan organisasi itu melanjutkan perlawanan terhadap AS serta Israel, merujuk mandat strategis dari Ali Khamenei.
- Ia mendesak Israel menghentikan serangan terhadap Hizbullah karena berdampak pada warga sipil Lebanon dan berpotensi memperburuk situasi Timur Tengah.
- Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan 4.330 orang dan melukai 12.236 lainnya; serangan mereda setelah kesepakatan damai 26 Juni.
Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mendukung Hizbullah melanjutkan jihad untuk memerangi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dukungan itu disampaikan dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Minggu (26/7/2026).
1. Mojtaba menegaskan akan terus membela Hizbullah

Dalam pernyataannya, Mojtaba menegaskan akan terus mendukung dan membelas Hizbullah sampai kapan pun. Sebab, pembelaan terhadap Hizbullah sudah menjadi “Mandat strategis” dari ayah Mojtaba, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, selama menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Mojtaba juga menyoroti era mediang Hassan Nasrallah selama memimpin Hizbullah. Mojtaba mengatakan, Nasrallah merupakan tokoh yang terus berjihad untuk memerangi AS dan Israel. Oleh karena itu, ia ingin Hizbullah melanjutkan jihad Nasrallah untuk memerangi Washington dan Tel Aviv. Nasrallah sendiri tewas dalam serangan Israel di Lebanon pada 2024.
2. Mojtaba mendesak Israel berhenti menyerang Hizbullah

Lebih lanjut, Mojtaba mendesak Israel untuk berhenti menyerang Hizbullah. Sebab, serangan Israel ke Hizbullah juga berdampak terhadap warga-warga sipil yang tinggal di Lebanon. Selain itu, serangan Israel ke Hizbullah yang berkelanjutan juga bisa membuat situasi di Timur Tengah jadi semakin kacau.
“(Republik Islam Iran) telah menetapkan pelestarian integritas teritorial Lebanon dan penghentian agresi rezim Zionis secara mutlak dan tanpa syarat sebagai syarat utama untuk setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan terhadap AS yang agresif,” kata Mojtaba.
3. Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 4.330 orang

Sebagai informasi, serangan Israel di Lebanon yang ditujukan ke Hizbullah sejak 2 Maret lalu sudah menewaskan 4.330 orang. Sementara itu, 12.236 orang lainnya dinyatakan luka-luka. Jutaan orang lainnya juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari serangan lanjutan dari Israel.
Saat ini, serangan Israel terhadap Hizbullah sudah mereda. Sebab, Israel dan Lebanon sudah menyepakati kesepakatan damai pada 26 Juni lalu. Dalam kesepakatan tersebut, Israel setuju menghentikan serangan dan menarik mundur semua pasukannya dari Lebanon selatan, tempat mereka biasa melakukan serangan. Di sisi lain, angkatan bersenjata Lebanon juga diwajibkan untuk segera melucuti senjata Hizbullah.




















