Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

WITF 2026 Bidik Buyer dari 34 Negara di Tengah Geopolitik

3 min read
WITF 2026 Bidik Buyer dari 34 Negara di Tengah Geopolitik
Konferensi Pers JWITF 2026 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • WITF 2026 membuka jalur bisnis pariwisata Indonesia ke pasar internasional di tengah ketidakpastian geopolitik.

  • Ajang ini mempertemukan lebih dari 100 buyer internasional dari 34 negara dengan pelaku usaha pariwisata Indonesia.

  • Jakarta didukung sebagai gateway dan hub untuk mempertemukan destinasi Indonesia dengan pasar global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia membuka kembali jalur bisnis pariwisata ke pasar internasional lewat Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026. Digelar saat ketidakpastian geopolitik memengaruhi mobilitas pariwisata global, ajang ini akan mempertemukan pelaku industri Indonesia dengan lebih dari 100 international buyers dari 34 negara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan forum business-to-business atau B2B diperlukan, agar pelaku industri bisa berhadapan langsung dengan pasar internasional dan membaca perubahan kebutuhan wisatawan.

“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” kata dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

  1. 1. Geopolitik jadi tantangan pasar

    WITF 2026 Bidik Buyer dari 34 Negara di Tengah Geopolitik
    Konferensi Pers JWITF 2026 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

    WITF 2026 digelar 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini memasuki penyelenggaraan tahun ketiga dengan visi membangun B2B Tourism Tradeshow Indonesia berkelas dunia.

    Situasi geopolitik menjadi salah satu latar penyelenggaraan tahun ini. Perubahan pola perjalanan, kondisi ekonomi, konektivitas, hingga persepsi keamanan destinasi disebut dapat memengaruhi keputusan wisatawan dan buyer.

    Ketua Steering Committee WITF 2026, Budi Tirtawisata, mengatakan kondisi tersebut tidak semestinya membuat industri berhenti mencari pasar.

    “Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memasukan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif. WITF kami hadirkan sebagai salah satu platform untuk menjaga momentum tersebut,” ujar Budi.

  2. 2. Buyer berasal dari 34 negara

    Konferensi Pers JWITF 2026 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
    Konferensi Pers JWITF 2026 di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

    WITF 2026 akan mempertemukan puluhan pelaku usaha dari berbagai subsektor, mulai dari tour operator, travel agent, hotel, transportasi, maskapai, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, hingga produk pendukung pariwisata.

    Dari sisi permintaan, lebih dari 100 international buyers dari 34 negara akan dipertemukan dengan exhibitor Indonesia, melalui business matching. Kementerian Pariwisata juga membawa puluhan buyer potensial melalui program Fam Trip sebelum mereka mengikuti pertemuan bisnis di WITF.

    Selain pasar mancanegara, ajang ini mengundang lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional. Dengan format tersebut, WITF membidik peluang perjalanan wisata dari dua sisi sekaligus. Budi mengatakan pembangunan bursa pariwisata berskala internasional membutuhkan kerja sama banyak pihak.

    “Visi kami agar Indonesia memiliki B2B Tourism Tradeshow yang mampu menjadi titik temu antara supply pariwisata Indonesia dan global demand. WITF 2026 merupakan bagian dari perjalanan menuju visi tersebut,” kata Budi.

  3. 3. Jakarta diposisikan sebagai hub

    Atraksi pesawat Jet dan helikopter memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026).
    Atraksi pesawat Jet dan helikopter memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026). (IDN Times/Gabriel)

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut mendukung WITF 2026 sebagai bagian dari rangkaian “Menuju 5 Abad Jakarta”. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai pintu masuk, sekaligus titik temu pelaku pariwisata Indonesia dengan pasar global.

    Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani mengatakan penyelenggaraan WITF di Jakarta membuka ruang pertemuan antara destinasi dan pelaku industri dari berbagai daerah dengan buyer internasional.

    “Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gateway sekaligus hub bagi pariwisata Indonesia. Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad, dengan semangat untuk terus memperkuat perannya sebagai kota global dan pusat aktivitas ekonomi serta pariwisata,” kata Hariyadi.

    WITF 2026 membawa tema “Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism” dan dijadwalkan berlangsung 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More