Menpar: Konser Nasional-Internasional Gerakkan Ekonomi, Putaran Uang Rp1,09 T

- Kemenpar menilai konser internasional menggerakkan ekosistem pariwisata melalui penjualan tiket, penyewaan venue, produksi vendor, kuliner, serta penciptaan lapangan kerja.
- Sepanjang Januari-Juli 2026, Kemenpar mendukung 105 event lewat program Event by Indonesia, mencakup 18 nasional, 10 internasional, 61 KEN, 14 MICE, dan dua event daerah.
- Berbagai event telah menarik 6,47 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 11 ribu UMKM serta 164 ribu pekerja seni dan komunitas, dengan estimasi perputaran uang Rp1,09 triliun.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai penyelenggaraan konser musik berskala internasional di Indonesia tidak hanya berdampak industri hiburan, namun juga ekonomi yang melibatkan jutaan pengunjung, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pekerja seni, dan komunitas.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan Kemenpar terus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara penyelenggara konser musik berkelas dunia. Sepanjang 2026, Kemenpar juga memberikan dukungan terhadap lebih dari 25 event internasional.
"Bagi sektor pariwisata, konser musik berkelas dunia di Indonesia memiliki nilai yang luas. Event seperti ini dipercaya mampu mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata sekitar," ujar Widiyanti di Balai Kota, Selasa (15/9/2026).
1. Rantai ekonomi ekosistem pariwisata bergerak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konpers YE di Balai Kota, Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Menurut Menpar, dampak ekonomi dari penyelenggaraan event dapat terlihat dari berbagai aktivitas, mulai dari pembelian tiket, penyewaan sarana dan prasarana tempat konser, hingga produksi oleh vendor.
"Event seperti ini dipercaya mampu mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata sekitar. Dampak ekonomi bisa kita lihat dari nilai pembelian tiket, penyewaan sarana prasarana tempat konser, aktivitas produksi oleh vendor dan pelaku industri konser musik, kuliner, hingga menciptakan lapangan kerja," terangnya.
2. Sebanyak 105 event digelar sepanjang 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konpers YE di Balai Kota, Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Widiyanti mengatakan dukungan terhadap penyelenggaraan event tersebut merupakan bagian dari program unggulan Kemenpar, yakni Event by Indonesia. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Kemenpar telah mendukung 105 event. Rinciannya terdiri dari 18 event nasional, 10 event internasional, 61 Karisma Event Nusantara (KEN) yang merupakan event daerah, 14 MICE, serta dua event daerah lainnya.
"Mudah-mudahan tahun depan menyambut 500 tahun Jakarta, kita bisa mendukung lebih banyak event lagi dan berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta," katanya.
3. Estimasi perputaran uang dari event Rp1,09 triliun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konpers YE di Balai Kota, Selasa (15/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Besarnya dampak event terhadap perekonomian terlihat dari hasil kajian dampak yang dilakukan Kemenpar. Sampai saat ini, berbagai event yang digelar mampu menggaet 6,47 juta pengunjung.
Selain itu, lebih dari 11 ribu UMKM terlibat dalam ekosistem event. Sementara pekerja seni dan komunitas yang terlibat mencapai lebih dari 164 ribu orang dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun.
"Hal ini menegaskan bahwa penyelenggaraan konser berskala internasional berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi yang melampaui acara itu sendiri," ujarnya.


















