Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

12 Prajurit Kazakhstan Tewas Terseret Ombak Saat Latihan di Laut Kaspia

2 min read
12 Prajurit Kazakhstan Tewas Terseret Ombak Saat Latihan di Laut Kaspia
ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Stormseeker)
  • Sebanyak 12 prajurit Angkatan Laut Kazakhstan tewas setelah gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem menyapu latihan manuver tempur di pesisir Mangistau, Laut Kaspia.
  • Dari 17 prajurit yang terhempas dan hanyut, tiga berhasil diselamatkan, termasuk satu dirawat karena cedera serta hipotermia, sementara dua lainnya masih dicari.
  • Presiden Kassym-Jomart Tokayev menetapkan 25 September 2026 sebagai hari berkabung nasional; pemerintah membentuk komisi dan Kejaksaan Militer menyelidiki prosedur keselamatan latihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 12 prajurit Angkatan Laut Kazakhstan meninggal dunia setelah terseret gelombang tinggi saat mengikuti latihan pertahanan maritim di Laut Kaspia, pada Kamis (24/9/2026). Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi secara mendadak menjadi pemicu utama insiden di pesisir barat negara itu.

Pemerintah setempat segera mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan darurat. Presiden Kassym-Jomart Tokayev juga menetapkan hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

  1. 1. Angin kencang di Laut Kaspia hempaskan prajurit

    Peristiwa bermula ketika Angkatan Laut Kazakhstan menggelar latihan manuver tempur di perairan Laut Kaspia. Cuaca buruk memicu angin kencang di pesisir Mangistau hingga menimbulkan gelombang besar.

    Hantaman ombak tinggi langsung menyapu personel yang sedang bertugas di batas pantai. Sebanyak 17 prajurit terlempar dari posisinya dan hanyut ke laut lepas saat latihan berlangsung.

    “Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan prajurit, kesiapan tempur awak kapal, dan koordinasi pertahanan saat bertugas,” ujar Komandan Angkatan Laut Kazakhstan, Kapten Tingkat 1 Kanat Niyazbekov.

  2. 2. Tiga personel diselamatkan dan dua masih dicari

    Komando militer langsung menerjunkan armada kapal dan tim penyelam ke titik kejadian. Operasi penyelamatan darurat itu didukung armada udara militer serta personel Kementerian Situasi Darurat.

    Di tengah ancaman ombak yang masih tinggi, tim gabungan berhasil menyelamatkan tiga prajurit. Salah satu di antaranya dilarikan ke rumah sakit karena cedera dan hipotermia. Dua personel lainnya masih dalam pencarian.

    “Sebanyak 12 prajurit meninggal dunia, tiga personel selamat, dan dua lainnya masih dalam pencarian,” kata Juru Bicara Pemerintah Wilayah Mangistau, dilansir Al Jazeera.

  3. 3. Penetapan hari berkabung nasional

    Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kepala negara secara resmi menetapkan Jumat (25/9/2026) sebagai hari berkabung nasional di seluruh wilayah Kazakhstan.

    Perdana Menteri Olzhas Bektenov menginstruksikan pembentukan komisi khusus untuk mengusut insiden sekaligus memastikan penyaluran santunan. Kejaksaan Militer juga membuka penyelidikan terkait kepatuhan prosedur keselamatan selama latihan.

    “Kami telah membentuk tim penyelidik di lokasi kejadian untuk memastikan pengusutan peristiwa ini berjalan tuntas dan objektif,” kata Kepala Kejaksaan Militer Kazakhstan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More