Jakarta, IDN Times – Tepat 25 tahun lalu, serangan teror 11 September 2001 atau 9/11 mengguncang Amerika Serikat (AS) dan mengubah arah politik serta keamanan dunia. Sebanyak 19 pembajak dari kelompok al-Qaeda menggunakan empat pesawat penumpang dalam serangkaian serangan yang menewaskan 2.977 orang.
Dua pesawat menghantam menara World Trade Center (WTC) di New York, satu pesawat menabrak Pentagon dekat Washington, sementara pesawat keempat jatuh di dekat Shanksville, Pennsylvania setelah penumpang dan awak melawan para pembajak.
Serangan tersebut kemudian memicu apa yang dikenal sebagai “war on terror” atau perang melawan teror yang dipimpin AS. Washington menginvasi Afghanistan untuk menggulingkan Taliban yang dituding memberikan tempat aman bagi Osama bin Laden dan al-Qaeda.
Dampak 9/11 kemudian meluas jauh melampaui Afghanistan. AS membentuk institusi keamanan baru, memperluas kewenangan pengawasan, mendirikan sistem penahanan Guantanamo, dan beberapa tahun kemudian menginvasi Irak. Konflik-konflik tersebut ikut mengubah lanskap politik dan kelompok militan di Timur Tengah serta Asia Selatan.
Menurut data proyek Costs of War dari Brown University, berbagai konflik pasca-9/11 telah menyebabkan lebih dari 900 ribu kematian langsung, termasuk lebih dari 400 ribu warga sipil. Pemerintah federal AS juga telah mengeluarkan atau mengalokasikan lebih dari 8 triliun dolar AS hingga 2021.
Di luar korban langsung pertempuran, sekitar 3,6-3,8 juta orang diperkirakan meninggal secara tidak langsung akibat kehancuran terkait perang, penyakit, kekurangan gizi, dan runtuhnya infrastruktur di Afghanistan, Pakistan, Irak, Suriah, dan Yaman.
Berikut sejumlah peristiwa penting yang membentuk seperempat abad setelah serangan 9/11:
