Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5.209 Pemukim Masuk Al-Aqsa Sepanjang Agustus, Menteri Keamanan Israel Lakukan Ritual
Masjid Al-Aqsa (Pexels.com/BECCA SIEGEL)
  • Sebanyak 5.209 pemukim memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sepanjang Agustus 2026, dengan 751 orang tercatat pada 13 Agustus. Aparat juga menahan 114 warga Palestina dan melukai 83 orang.
  • Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki Al-Aqsa pada 31 Agustus, melakukan doa dan ritual Talmud. Gubernur Yerusalem menilai tindakan itu sebagai eskalasi yang melanggar status quo.
  • Laporan mencatat 44 serangan pemukim, 40 operasi pembongkaran, serta 86 pemberitahuan pembongkaran di Yerusalem. Akses warga Palestina ke Al-Aqsa juga dibatasi ketat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Sebanyak 5.209 pemukim tercatat memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki sepanjang Agustus. Data tersebut tercantum dalam laporan bulanan Kantor Gubernur Yerusalem yang disadur Anadolu Agency.

Jumlah tertinggi terjadi pada 13 Agustus 2026 ketika 751 orang memasuki kompleks dalam sehari. Laporan itu juga mencatat lima perintah larangan masuk bagi warga Palestina, sementara tindakan aparat keamanan menyebabkan dua warga Palestina gugur, 83 orang luka-luka, dan 114 orang ditahan, termasuk lima anak-anak.

1. Ben-Gvir kembali memasuki kompleks Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa (pexels.com/Mauricio Artieda)

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Senin (31/8/2026). Ia datang dengan pengawalan ketat pasukan keamanan, rabi, dan pemukim, lalu melakukan doa serta ritual Talmud di area timur halaman masjid.

Tindakan tersebut bertentangan dengan pengaturan status quo sejak 1967 karena umat non-Muslim dilarang beribadah di lokasi tersebut, meski pengunjung Yahudi tetap diperbolehkan masuk. Tokoh sayap kanan jauh Partai Jewish Power yang menjabat sejak 2022 itu telah berulang kali melakukan tindakan kontroversial di kompleks tersebut.

“Ketika saya berusia 14 tahun, doa dilarang, dan siapa pun yang bergumam ditangkap. Hari ini kita melihat penebusan. Sangat mengharukan berada bersama kalian hari ini, dan kalian benar, kita harus meniup shofar dan membawa mantra doa, dan harus ada kuil… kuil… kuil… tapi sedikit demi sedikit,” kata Ben-Gvir, dikutip Al Jazeera.

2. Ritual pemukim memicu kecaman Gubernur Yerusalem

ilustrasi orang Yahudi (Gedalya AKA David Gott, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Jurnalis Al Jazeera Arabic, Elias Karram, melaporkan bahwa Ben-Gvir juga menyampaikan keinginannya meniup shofar, yakni tanduk domba jantan, di dalam area masjid. Lembaga berita Palestina Wafa mendokumentasikan sejumlah ritual khusus yang dilakukan kelompok tersebut di halaman kompleks, sedangkan Gubernur Yerusalem mengecam tindakan Ben-Gvir sebagai eskalasi berbahaya yang merusak status hukum serta identitas Islam di kawasan itu.

Ketegangan tersebut berkaitan dengan kebijakan Polisi Israel yang sejak 2003 mengizinkan kunjungan harian pemukim, kecuali pada Jumat dan Sabtu. Departemen Waqf Islam kembali menyatakan kompleks itu merupakan tempat suci khusus umat Islam dan meminta aktivitas tersebut dihentikan.

Akses warga Palestina turut dibatasi melalui larangan penuh salat Idulfitri serta pembatasan ketat yang hanya memungkinkan 10 ribu dari 3,3 juta warga Tepi Barat mengikuti salat Jumat pertama Ramadan tahun ini. Dokumen Kantor Gubernur Yerusalem juga mencatat kekerasan di luar area ibadah selama Agustus, termasuk 44 serangan pemukim terhadap warga lokal dan properti mereka.

3. Kekerasan pemukim meluas di wilayah Yerusalem

ilustrasi pasukan militer (pexels.com/Ivan Hassib)

Selain 44 serangan tersebut, terdapat 40 operasi pembongkaran rumah dan pembersihan lahan serta 86 surat pemberitahuan pembongkaran dan penghentian pembangunan yang diterbitkan di wilayah Yerusalem. Aksi di kompleks suci tersebut berlangsung bersamaan dengan penyergapan rutin pasukan militer di sejumlah kota, desa, dan kamp pengungsian Tepi Barat.

Eskalasi konflik serta serangan pemukim dilaporkan meningkat tajam sejak operasi militer di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023. Sejumlah media Israel menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu disinyalir sengaja membiarkan ketegangan untuk memperoleh dukungan kelompok sayap kanan menjelang pemilihan Knesset pada 27 Oktober 2026.

Masyarakat Palestina tetap memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan bagi negara mereka yang merdeka. Mereka menilai manuver berulang di Al-Aqsa merupakan bagian dari skenario besar untuk mengikis karakter Arab dan Islam di kota bersejarah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article