Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jerman Kritik Israel karena Tutup Kasus Serangan Konvoi Bantuan Gaza

Jerman Kritik Israel karena Tutup Kasus Serangan Konvoi Bantuan Gaza
bendera Jerman (unsplash.com/Christian Wiediger)
  • Jerman mengkritik Israel karena menutup penyelidikan pidana serangan konvoi World Central Kitchen di Gaza pada 2024 yang menewaskan tujuh pekerja bantuan, serta menuntut investigasi transparan dan menyeluruh.
  • Australia, Kanada, dan Inggris turut mengecam penutupan kasus tersebut, sementara Israel hanya melanjutkan penyelidikan atas dua dugaan kejahatan perang lain di Gaza.
  • Tiga kendaraan WCK dihantam drone Israel dalam empat menit meski rutenya terkoordinasi; komandan Nochi Mendel mengaku memerintahkan serangan tanpa penyesalan, sementara WCK membantah tuduhannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jerman, pada Senin (31/8/2026), mengkritik Israel karena tidak melakukan penyelidikan pidana terkait serangan mematikan terhadap konvoi bantuan World Central Kitchen (WCK) di Gaza pada 2024. Sebanyak tujuh pekerja bantuan tewas dalam peristiwa tersebut.

"Kami menyesalkan pengumuman IDF (militer Israel) pada 19 Agustus 2026 bahwa mereka tidak akan memulai penyelidikan atas insiden yang melibatkan pekerja organisasi World Central Kitchen," demikian pernyataan yang disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, dikutip Anadolu.

Ia mengatakan bahwa Jerman mengharapkan Israel untuk mematuhi kewajiban kemanusiaan dan hukum internasionalnya. Hal ini mencakup penyelidikan dan penuntutan terhadap pelanggaran hukum humaniter internasional.

“Pemerintah terus menyerukan penyelidikan yang transparan dan menyeluruh terhadap insiden tersebut oleh pihak berwenang Israel yang berkompeten,” tambah juru bicara tersebut.

  1. 1. Keputusan Israel untuk menutup kasus tersebut sempat dikecam Australia, Kanada, dan Inggris

    serangan Israel di Jalur Gaza
    serangan Israel di Jalur Gaza (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

    Sebelumnya, militer Israel mengumumkan akan menyelidiki dua kasus dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza, termasuk pembunuhan Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 5 tahun, beserta keluarganya dan dua petugas medis yang dikirimkan untuk menyelamatkannya. Sementara itu, tiga kasus lainnya yang juga menjadi sorotan publik, termasuk serangan terhadap konvoi WCK, ditutup.

    Dalam pernyataan bersama pada 21 Agustus 2026, Australia, Kanada, dan Inggris mengecam keputusan Israel untuk menutup kasus tersebut. Mereka menyebut keputusan itu sebagai tindakan yang memalukan.

    “Para korban dalam insiden ini dan keluarga mereka berhak mendapatkan keadilan dan pertanggungjawaban. Kami akan terus mencari jawaban atas nama mereka,” kata ketiga negara tersebut.

    Menteri Urusan Timur Tengah Inggris, Stephen Doughty, juga mengungkapkan bahwa dirinya terkejut dan marah atas nama keluarga para korban berkewarganegaraan Inggris.

  2. 2. Tiga mobil WCK diseranga dalam rentang waktu 4 menit

    ilustrasi pekerja bantuan
    ilustrasi pekerja bantuan (pexels.com/RDNE Stock project)

    Serangan tersebut terjadi pada 1 April 2024, ketika drone Israel menghantam tiga mobil bertanda WCK yang melaju melalui rute yang telah dikoordinasikan dengan militer Israel di Gaza tengah. Ketiga kendaraan itu dihantam secara terpisah dalam rentang waktu sekitar 4 menit.

    Tujuh pekerja bantuan yang tewas terdiri dari satu warga Palestina, satu warga Australia, satu warga Polandia, tiga warga Inggris, serta satu warga negara AS-Kanada.

    Dilansir The New Arab, militer Israel awalnya menyebut serangan itu terjadi akibat kesalahan identifikasi. Para pejabat kemudian mengatakan bahwa benda yang awalnya diduga sebagai senjata ternyata merupakan sebuah tas.

  3. 3. Komandan Israel yang perintahkan serangan mengaku tidak menyesal

    tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza
    tentara Israel dalam operasi darat di Jalur Gaza (IDF Spokesperson's Unit)

    Dalam wawancaranya dengan ABC, Nochi Mendel, komandan Israel yang memerintahkan serangan terhadap konvoi WCK, mengaku tidak menyesali tindakannya tersebut. Ia sendiri telah diberhentikan setelah serangan itu.

    “Saya adalah komandan dan saya yang memberikan perintah untuk melaksanakan operasi tersebut. Saya tidak lari dari situasi tersebut. Saya mengatakan bahwa saya yang memberikan perintah. Jangan mencari orang lain," kata Mendel dalam wawancara yang direkam pada Oktober 2025.

    Ia mengklaim bahwa pejuang Hamas yang bersenjata ikut dalam konvoi tersebut dan berbaur dengan staf WCK. Hal inilah yang menjadi alasan dirinya memutuskan untuk melakukan serangan.

    “Saya menyerang kendaraan tempat seorang teroris bersenjata masuk membawa senjata, dan kendaraan itu bergerak ke arah selatan,” ujarnya.

    Mendel menuding bahwa WCK memiliki hubungan dengan Hamas dan menyebut organisasi itu tidak benar-benar netral. Namun, WCK segera membantah klaim tersebut yang dianggapnya keliru dan keterlaluan. Organisasi itu menuduh Mendel berupaya mengalihkan kesalahan atas tindakan militer Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More