70 Ribu Warga Madrid Spanyol Gelar Demo soal Krisis Perumahan

- Sekitar 70 ribu warga berdemonstrasi di Madrid menuntut penanganan krisis perumahan, sementara Asosiasi Penyewa Madrid memperkirakan peserta mencapai 500 ribu orang.
- Aksi Madrid merupakan bagian dari 50 demonstrasi nasional, dipicu kasus Maricarmen, 87 tahun, yang diusir setelah sewa rumahnya dinaikkan meski telah tinggal sekitar 70 tahun.
- Protes juga berlangsung di Valencia dan Kepulauan Kanari setelah parlemen menolak dua dekrit perlindungan penyewa; demonstran menuntut pemerintah menjamin akses hunian.
Jakarta, IDN Times - Sekitar 70 ribu warga Spanyol menggelar demo besar-bedaran di Ibu Kota Madrid pada Sabtu (3/10/2026). Demo tersebut dilakukan untuk memprotes krisis perumahan di Spanyol yang semakin parah. Sebab, harga jual dan sewa rumah semakin tidak terjangkau sehingga banyak warga di Negeri Matador yang kini tidak punya tempat tinggal.
Di sisi lain, Asosiasi Penyewa Tempat Tinggal Madrid memprediksi jumlah peserta demo mencapai 500 ribu orang. Para demonstran berkumpul di Alun-Alun Cibeles di Madrid seraya menyerukan Pemerintah Spanyol untuk segera mengatasi krisis perumahan di negaranya. Sebab, mereka menilai pemerintah pusat telah gagal melindungi warganya dari krisis tersebut.
1. Ada 50 aksi demo soal krisis perumahan di seluruh Spanyol

ilustrasi demo (unsplash.com/Clay Banks) Demo yang terjadi di Madrid merupakan salah satu bagian dari 50 aksi demo soal krisis perumahan yang terjadi di seluruh wilayah Spanyol. Semua demo tersebut mempunyai tujuan yang sama, yakni mendesak pemerintah untuk memenuhi hak tempat tinggal bagi warganya.
Demo ini awalnya dipicu oleh peristiwa yang dialami seorang perempuan paru baya berusia 87 tahun bernama Maricarmen. Beberapa waktu lalu, Maricarmen diusir dari rumahnya yang ada di Madrid karena tidak mampu membayar harga sewa yang telah dinaikkan pihak manajemen. Padahal, ia sudah tinggal di sana selama kurang lebih 70 tahun.
2. Demo serupa juga terjadi di Valencia

potret Kota Valencia, Spanyol (pexels.com/Ludovic Delot) Peristiwa yang dialami Maricarmen tadi akhirnya membuat ratusan warga Madrid melakukan protes dengan menggelar kemah di alun-alun Puerta del Sol pada 27 September pekan lalu. Protes ini lantas menyebar ke seluruh wilayah yang ada di Spanyol.
Selain di Madrid, demo serupa dikabarkan juga terjadi di Valencia pada Sabtu. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, ada lebih dari 6.000 orang di sana yang turun ke jalan untuk menggelar protes krisis perumahan. Sebanyak 5.700 warga Spanyol di Kepulauan Kanari dikabarkan juga menggelar aksi serupa.
3. Anggota parlemen sayap kiri Spanyol sudah membuat dekrit perlindungan penyewa tempat tinggal

ilustrasi parlemen (unsplash.com/Joakim Honkasalo) Anggota parlemen sayap kiri Spanyol sebetulnya sudah membuat dua dekrit yang berisi kebijakan untuk melindungi para penyewa tempat tinggal dari pengusiran karena gagal membayar harga sewa yang tinggi. Sayangnya, dua dekrit tersebut ditolak dalam sidang parlemen yang dihelat pada Jumat (2/10/2026) kemarin.
Inilah yang juga menjadi salah satu penyebab mengapa demo di Madrid dan di wilayah Spanyol lainnya terjadi. Warga Spanyol mengancam akan melakukan demo yang lebih besar jika pemerintah tidak kunjung mengatasi krisis perumahan yang kini sedang terjadi. Sebab, mereka menganggap pemerintah bertanggung jawab penuh untuk membuat tempat tinggal atau rumah bisa diakses oleh siapa pun.
"Kami akan melakukan serangan umum terkait krisis perumahan yang akan melumpuhkan seluruh negara sehingga aksi terorganisir ini dapat mengubah segalanya," ujar Gonzalo Alvarez, Juru Bicara Serikat Penyewa Tempat Tinggal Madrid dilansir Anadolu Agency.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















