Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Albania Tingkatkan Keamanan di Kedubes AS, Ancaman Iran?
Tentara Albania. (TSgt Laura K. Smith, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Albania memperketat keamanan di sekitar Kedubes AS di Tirana setelah peringatan kemungkinan serangan dari kelompok afiliasi Iran yang menargetkan kepentingan AS dan fasilitas publik.
  • Pemerintah Albania menegaskan situasi tetap aman, meminta warga tidak panik, serta terus berkoordinasi dengan NATO dan mitra internasional untuk memantau potensi ancaman.
  • Peringatan muncul usai Albania mendukung serangan AS dan Israel ke Iran serta menampung ribuan anggota oposisi Iran MEK yang menjadi sumber ketegangan dengan Teheran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Albania meningkatkan keamanan di sekitar Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Tirana. Langkah ini setelah adanya peringatan dari AS soal kemungkinan serangan dari kelompok afiliasi Iran

“Kelompok asosiasi Iran kemungkinan akan menargetkan serangan ke perwakilan atau warga negara AS atau kelompok oposisi Iran di Albania. Mereka juga mungkin menargetkan fasilitas umum di Albania,” terangnya, dikutip dari BNE Intellinews, Sabtu (4/4/2026).

Sebelumnya, Bulgaria sudah mendapatkan peringatan dari Iran soal keberadaan pesawat tempur AS. Namun, Sofia menyatakan tidak ada ancaman dan masih melanjutkan hubungan diplomatik dengan Teheran. 

1. Albania sudah tingkatkan kebijakan keamanan

Menteri Dalam Negeri Albania, Besfort Lamallari mengatakan bahwa tidak ada informasi konkret soal situasi bahaya. Namun, kebijakan keamanan sudah ditingkatkan belakangan ini. 

“Saya sudah meminta polisi anti-teror untuk berkomunikasi dengan Kedubes AS dan tidak ada ancaman bahaya. Namun, peringatan ini sudah menjadikan standar keamanan di semua negara untuk mencegah kekhawatiran serangan teroris,” ujarnya. 

Polisi juga sudah menyiapkan aksi rencana dengan tugas yang spesifik. Dengan itu, nantinya polisi dapat mempercepat penanganan dan pencegahan serangan teroris di Albania. 

2. Ingatkan warga Albania tidak perlu panik

Menteri Luar Negeri Albania, Ferit Hoxha memastikan bahwa warga tidak perlu panik mendengar peringatan dari AS. Ia menyebut bahwa situasi di Albania masih aman dan kondusif. 

Dilansir Albania Daily News, Hoxha menyampaikan bahwa otoritas Albania akan terus berkoordinasi dengan rekan internasional, termasuk NATO. Pemerintah akan mengawasi perkembangan terkini dan mengadakan respons yang dikoordinasi dengan negara sekutu. 

3. Albania jadi pendukung utama serangan AS dan Israel ke Iran

Peringatan ini datang usai serangan AS dan Israel ke Iran. Sementara, Albania menjadi salah satu negara di Eropa yang mendukung penuh serangan ke Iran sejak akhir Februari. 

“Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) adalah sebuah organisasi teroris dan mereka memang seharusnya diperlakukan seperti itu. Tidak hanya melalui sanksi terhadap rezim Iran, tapi juga memasukkannya sebagai organisasi teroris sama seperti yang dilakukan AS dan Kanda,” kata Perdana Menteri Albania, Edi Rama. 

Selain itu, Albania juga sudah menampung 3 ribu anggota oposisi Iran, Mujahideen-e-Khalq (MEK). Ribuan anggota MEK sudah pindah ke Albania sejak 2014 yang menjadi sumber ketegangan dengan Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team