Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Demonstrasi Antikorupsi di Albania Ricuh, Eks PM Ikut Terluka

Demonstrasi Antikorupsi di Albania Ricuh, Eks PM Ikut Terluka
ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)
Intinya Sih
  • Demonstrasi besar di Tirana digelar oposisi Partai Demokratik Albania menentang PM Edi Rama terkait skandal korupsi, dengan mantan PM Sali Berisha ikut turun dan terluka akibat gas air mata.
  • Aksi protes di depan Kantor PM Albania berujung bentrok antara demonstran dan polisi setelah pelemparan bom molotov, dipicu dugaan korupsi Wakil PM Belinda Balluku dalam proyek infrastruktur.
  • Pemerintah Jerman mengecam kekerasan dalam demonstrasi tersebut dan menyerukan agar Albania menjunjung demokrasi serta menghormati hak oposisi untuk menyampaikan pendapat secara damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Demonstrasi besar kembali terjadi di Tirana, Albania. Aksi ini diprakarsai oleh oposisi, Partai Demokratik Albania yang menolak kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama imbas skandal korupsi. 

Dilansir Albania Daily News, pemimpin oposisi dan mantan PM Albania, Sali Berisha ikut dalam demonstrasi ini. Namun, ia diketahui ikut terluka imbas terkena gas air mata yang dilemparkan oleh aparat keamanan untuk mengusir masa di lokasi. 

Berisha diketahui sebagai politikus oposisi ternama di negara Balkan tersebut. Ia diketahui pernah menjabat sebagai presiden Albania pada 1992-1997 dan PM Albania pada 2005-2013. 

1. Berisha sebut akan ada demo lebih besar

Dalam demonstrasi tersebut, Berisha mendeklarasikan bahwa perlawanan politik akan terus berlanjut. Menurutnya, perlawanan ini akan dilangsungkan hingga pemerintahan Rama mundur. 

“Kami akan melanjutkan ini hingga organisasi kriminal meninggalkan pemerintahan yang mana mereka juga tidak memiliki legitimasi. Mereka sudah menang karena curang dan mencuri miliaran euro dan sekarang memblokir keadilan di Albania,” tuturnya, dikutip dari Gazeta Express, Selasa (24/3/2026).

Berisha menyebut bahwa oposisi mewakili suara mayoritas dari rakyat Albania. Ia menyampaikan bahwa demonstrasi besar ini adalah ekspresi dari kemarahan seluruh negeri dan salah satu pergerakan damai terkuat. 

2. Terjadi bentrok antara polisi dan demonstran di Kantor PM Albania

Demonstrasi di depan Kantor PM Albania berujung ricuh. Bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran tak bisa dibendung ketika demonstran melempar bom molotov ke gedung perkantoran dan mobil polisi. 

Dilansir TVP World, ratusan polisi sudah diterjunkan ke sekitar gedung pemerintahan untuk pengamanan. Sejumlah jalan di Tirana juga sudah ditutup imbas demonstrasi besar kali ini. 

Sementara itu, demonstrasi ini didorong oleh dakwaan kepada Wakil PM Albania, Belinda Balluku. Ia diduga terlibat dalam intervensi pemenangan tender proyek infrastruktur besar di Albania. 

3. Jerman kecam kekerasan dalam demonstrasi di Albania

Kedutaan Besar Jerman di Albania mengecam aksi kekerasan dalam demonstrasi di Tirana. Berlin mendesak agar Tirana mengedepankan demokrasi dan memberikan oposisi hak untuk bersuara. 

“Jerman mengecam tindakan kekerasan dalam demonstrasi. Protes politik dan hak demonstrasi adalah hak dasar dari masyarakat demokratik. Namun, mereka tidak dapat menjustifikasi kekerasan terhadap seseorang atau objek tertentu,” ujarnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More