Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) kembali menyergap kapal yang diduga terafiliasi dengan Iran, kali ini di kawasan Samudera Hindia, antara Sri Lanka dan Indonesia. Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam operasi maritim Washington di tengah konflik yang terus berkembang.
Departemen Pertahanan AS menyatakan pasukannya telah menaiki sebuah kapal tanker minyak yang sebelumnya dikenai sanksi karena diduga terlibat dalam penyelundupan minyak mentah Iran. Operasi tersebut dilakukan di perairan internasional dalam wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penyitaan kapal kargo berbendera Iran bernama Touska di Teluk Oman. Rangkaian aksi ini menunjukkan intensifikasi tekanan AS terhadap jalur logistik Iran.
Di sisi lain, Iran merespons keras tindakan tersebut. Ketegangan meningkat setelah laporan menyebut adanya serangan balasan terhadap kapal militer AS, serta ancaman resmi dari otoritas militer Iran.
