Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan Pemasok Drone dan Rudal Iran

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan Pemasok Drone dan Rudal Iran
drone Iran dipamerkan di parade militer di Teheran pada 2023 (Student News Agency, Attribution, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru kepada 14 individu, entitas, dan pesawat yang terlibat dalam rantai pasok drone serta rudal Iran di Iran, Turki, dan Uni Emirat Arab.
  • Maskapai Mahan Air dan anak usahanya Saman Air Services disanksi karena diduga mengangkut senjata Iran, sementara aset mereka termasuk dua pesawat Boeing 777 diblokir oleh otoritas AS.
  • Sanksi diumumkan jelang perundingan damai di Pakistan, namun kehadiran Iran terancam batal akibat protes terhadap blokade laut AS yang dianggap melanggar gencatan senjata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Referensi:

https://ofac.treasury.gov/sanctions-programs-and-country-information/iran-sanctions

https://www.aljazeera.com/news/2026/4/21/us-issues-more-iran-sanctions-on-eve-of-possible-talks-in-pakistan

https://www.jpost.com/middle-east/iran-news/article-893774

https://www.ynetnews.com/article/rkopnsst11e

https://www.ndtv.com/world-news/iran-war-us-sanctions-target-iranian-weapons-uav-procurement-networks-11390580

https://home.treasury.gov/news/press-releases/sb0465#:~:text=WASHINGTON%E2%80%94Today%2C%20the%20U.S.%20Department,on%20behalf%20of%20the%20Iranian

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanannya ke Iran dengan menjatuhkan sanksi baru terhadap 14 individu, entitas, dan pesawat pada Selasa (21/4/2026). Target sanksi yang beroperasi di Iran, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) ini dituding telah memfasilitasi pengadaan senjata untuk Teheran.

Sanksi bertujuan untuk melumpuhkan rantai pasok komponen pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik milik militer Iran. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari kampanye bertajuk Economic Fury yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

1. Targetkan pemasok komponen rudal dan drone Iran

Beberapa rudal balistik Iran dengan tanda identifikasi dan bendera Iran dipajang di bawah langit biru berawan.
misil Iran. (unsplash.com/Moslem Danesh)

Departemen Keuangan AS menyasar Pishgam Electronic Safeh Company (PESC) beserta direktur utamanya, Hamid Reza Janghorbani. Perusahaan tersebut dituding mendatangkan ribuan servomotor yang ditemukan dalam puing-puing drone Shahed-136 buatan Iran.

Sanksi juga dijatuhkan kepada seorang penukar mata uang di Teheran bernama Kamal Sabah Balkhkanlu karena memfasilitasi transaksi pembayaran untuk PESC. Sebuah perusahaan asal Turki bernama Emti Fiber Textile juga masuk daftar sanksi karena menjual bahan baku untuk membuat pendorong rudal balistik.

"Rezim Iran harus dimintai pertanggungjawaban atas pemerasan terhadap pasar energi global dan penargetan warga sipil tanpa pandang bulu menggunakan rudal dan drone. Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Departemen Keuangan akan terus melacak aliran dana dan menargetkan kecerobohan rezim Iran beserta pihak-pihak yang memungkinkannya," ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Akibat sanksi, aset milik jaringan tersebut yang berada di bawah yurisdiksi AS akan dibekukan. Warga negara maupun entitas bisnis AS kini dilarang untuk menjalin kerja sama atau melakukan transaksi keuangan dengan mereka.

2. Maskapai penerbangan ikut terseret dalam daftar sanksi

ilustrasi pesawat.
ilustrasi pesawat. (unsplash.com/Artturi Jalli)

Pemerintah AS juga memberikan sanksi kepada maskapai Iran, Mahan Air, beserta anak perusahaannya, Saman Air Services. Kedua operator penerbangan ini dituduh telah menyalahgunakan armada mereka untuk mengangkut drone dan berbagai jenis senjata lain milik Iran.

Dua pesawat berjenis Boeing 777 yang dimiliki dan dioperasikan oleh Mahan Air kini ditetapkan sebagai properti yang diblokir. Kedua pesawat diketahui memiliki nomor registrasi udara EP-MTE dan EP-MTB.

Perusahaan bernama Chabok FZCO yang bermarkas di Dubai tidak luput dari jerat sanksi. Chabok FZCO dituding bertindak sebagai perantara untuk membeli sensor dan komponen pesawat buatan AS bagi kebutuhan Mahan Air.

Departemen Keuangan AS memperingatkan bahwa setiap lembaga keuangan asing yang nekat membantu transaksi jaringan ini akan menghadapi ancaman sanksi sekunder. Ancaman tersebut mencakup pelarangan pembukaan atau pemeliharaan rekening koresponden di seluruh institusi perbankan AS.

3. Sanksi bayangi nasib negosiasi damai di Pakistan

ilustrasi bendera Pakistan.
ilustrasi bendera Pakistan. (unsplash.com/emaliikhokhar)

Sanksi terbaru diumumkan pada malam menjelang rencana perundingan damai putaran kedua di Pakistan. Pertemuan tingkat tinggi tersebut awalnya diharapkan dapat mengakhiri konflik antara AS dan Iran yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir.

Namun, nasib negosiasi itu kini berada di ujung tanduk karena para pejabat Iran menolak hadir di meja perundingan. Mereka memprotes blokade laut oleh militer AS yang menutup akses kapal komersial menuju pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

"Memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran adalah sebuah tindakan perang dan dengan demikian merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Menyerang kapal komersial dan menyandera awaknya merupakan pelanggaran yang lebih besar," tegas Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dilansir Al Jazeera.

Meskipun ada ketegangan, Trump memutuskan untuk tetap memperpanjang masa gencatan senjata yang hampir berakhir. Jeda pertempuran akan berlaku hingga para pemimpin Iran berhasil menyusun dan menyerahkan proposal perdamaian yang terpadu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More