Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Arab Saudi-Prancis Tegas Dukung Penuh Negara Palestina, Tolak Israel
Kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Prancis. (AFP/Lou Benoist)
  • Arab Saudi dan Prancis menegaskan dukungan terhadap pembentukan negara Palestina serta menolak langkah yang merusak hak rakyat Palestina.
  • Riyadh dan Paris menyerukan Israel menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon dan mendukung implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
  • Kedua negara juga membahas Suriah, Yaman, Sudan, Iran, serta memperdalam kerja sama pertahanan dan sejumlah bidang bilateral.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah diplomasi penting untuk penyelesaian konflik kawasan?
Vote Now
2025

Perdagangan bilateral Arab Saudi dan Prancis mencapai sekitar 11,8 miliar dolar AS.

28 Februari

AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran, yang disebut dalam seruan terkait pelayaran di Selat Hormuz.

23-24 Agustus 2026

Kunjungan Mohammed bin Salman ke Prancis berlangsung saat Arab Saudi dan Prancis memperingati 100 tahun hubungan politik.

Senin (24/8/2026)

Arab Saudi dan Prancis menerbitkan pernyataan bersama setelah kunjungan kenegaraan Mohammed bin Salman ke Prancis.

Selasa (26/8/2026)

Pernyataan bersama Arab Saudi dan Prancis dilansir dari Arab News.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah diplomasi penting untuk penyelesaian konflik kawasan?
Vote Now
  • What?
    Arab Saudi dan Prancis mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung pembentukan negara Palestina dan menyerukan Israel menarik diri dari Lebanon.
  • Who?
    Arab Saudi, Prancis, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
  • Where?
    Paris, Prancis.
  • When?
    Pernyataan bersama diterbitkan pada Senin (24/8/2026), setelah kunjungan Mohammed bin Salman ke Prancis.
  • Why?
    Kedua negara menekankan stabilitas kawasan berdasarkan kedaulatan negara, penghormatan hukum internasional, dan penyelesaian konflik melalui diplomasi.
  • How?
    Mohammed bin Salman dan Emmanuel Macron bertemu serta memimpin pertemuan perdana Dewan Kemitraan Strategis Arab Saudi-Prancis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah diplomasi penting untuk penyelesaian konflik kawasan?
Vote Now

Arab Saudi dan Prancis bilang mereka mendukung Palestina punya negara sendiri. Mohammed bin Salman bertemu Emmanuel Macron di Paris. Mereka juga meminta Israel keluar dari Lebanon. Mereka mau masalah di Timur Tengah dibicarakan dengan damai. Arab Saudi dan Prancis juga bicara tentang beberapa negara lain dan kerja sama mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah diplomasi penting untuk penyelesaian konflik kawasan?
Vote Now

Pernyataan bersama Arab Saudi dan Prancis menunjukkan ruang kerja sama diplomatik dalam membahas sejumlah isu kawasan. Penekanan pada kedaulatan negara, hukum internasional, dan jalur perundingan juga sejalan dengan dukungan mereka terhadap gencatan senjata, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta penguatan institusi negara di beberapa negara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah diplomasi penting untuk penyelesaian konflik kawasan?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Arab Saudi dan Prancis menegaskan dukungan terhadap pembentukan negara Palestina serta menyerukan Israel menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon. Sikap tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang diterbitkan pada Senin (24/8/2026), setelah kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman ke Prancis.

Pernyataan bersama itu dikeluarkan setelah Mohammed bin Salman bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Paris. Keduanya juga memimpin pertemuan perdana Dewan Kemitraan Strategis Arab Saudi-Prancis.

Dalam pernyataan tersebut, Riyadh dan Paris menekankan pendekatan bersama terhadap stabilitas kawasan yang bertumpu pada kedaulatan negara, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

"Stabilitas di Timur Tengah harus didasarkan pada kedaulatan, penghormatan terhadap hukum internasional, dan upaya mencari solusi diplomatik," demikian bunyi pernyataan bersama Arab Saudi dan Prancis, dilansir dari Arab News, Selasa (26/8/2026).

1. Arab Saudi-Prancis tegaskan dukungan untuk Palestina

ilustrasi bendera Palestina, perdamaian Palestina (unsplash.com/Ömer Faruk Yıldız)

Dalam isu Palestina, Riyadh dan Paris dengan tegas menolak upaya apa pun yang dinilai merusak hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan 1967.

Kedua negara juga menyerukan penghentian kebijakan permukiman dan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel. Menurut mereka, tindakan tersebut mengancam terwujudnya solusi dua negara.

Arab Saudi dan Prancis turut menekankan perlunya menciptakan kondisi bagi gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza. Keduanya menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara cepat, aman, dan tanpa hambatan.

Kedua pihak menyambut pengumuman kesepakatan mengenai perlucutan senjata Hamas dan menyerukan implementasinya. Riyadh dan Paris juga kembali menegaskan komitmen terhadap Deklarasi New York serta mendukung reformasi Otoritas Palestina dan rencana penyelenggaraan pemilihan presiden serta legislatif.

2. Israel didesak tarik diri dari Lebanon

potret bendera Israel (kanan) dan bendera Lebanon (kiri) (commons.wikimedia.org/Danielrosehill)

Untuk Lebanon, Arab Saudi dan Prancis sepakat meningkatkan upaya mencapai penyelesaian akhir, memperkuat institusi negara, serta menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.

Riyadh dan Paris menyerukan implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701. Keduanya juga mendukung perlucutan senjata seluruh kelompok bersenjata yang berada di luar kendali negara serta mendesak Israel menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon.

Arab Saudi dan Prancis turut menegaskan dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon dan lembaga-lembaga keamanan negara tersebut.

Sementara terkait Iran, kedua negara menekankan perlunya solusi melalui perundingan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Riyadh dan Paris juga kembali mendukung diplomasi untuk memastikan program nuklir Iran tetap bersifat damai serta menyerukan Teheran kembali bekerja sama secara penuh dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Kedua negara juga mengecam serangan terhadap kapal dan ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Mereka menyerukan agar pelayaran kembali pada kondisi sebelum AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari 2026, termasuk kebebasan navigasi dan pelayaran tanpa biaya atau pembatasan langsung maupun tidak langsung.

3. Suriah, Yaman, hingga kerja sama pertahanan, dibahas dalam pertemuan

potret Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain membahas Palestina, Lebanon, dan Iran, Arab Saudi dan Prancis juga bertukar pandangan mengenai situasi di Suriah, Yaman, dan Sudan.

Kedua negara menegaskan komitmen terhadap persatuan, stabilitas, dan pemulihan ekonomi Suriah. Riyadh dan Paris juga menyambut pembentukan Dewan Bisnis Gabungan Arab Saudi-Suriah-Prancis serta menyoroti potensi Suriah sebagai penghubung antara Eropa, Teluk, dan Asia.

Untuk Yaman, keduanya kembali mendukung Dewan Kepemimpinan Presiden dan upaya PBB mencapai penyelesaian komprehensif. Mereka mengecam serangan Houthi terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas vital di Arab Saudi serta serangan terhadap kapal komersial.

Dalam isu Sudan, Arab Saudi dan Prancis menyerukan peningkatan upaya untuk mengakhiri krisis dan menghentikan campur tangan asing, dengan tetap menjaga kedaulatan, integritas wilayah, dan institusi negara tersebut.

Di bidang bilateral, Arab Saudi dan Prancis sepakat memperdalam kerja sama pertahanan, termasuk dalam persenjataan dan pelatihan. Kedua negara juga menandatangani sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman di bidang pertahanan, kesehatan, kecerdasan buatan, teknologi baru, dan hiburan.

Pernyataan bersama tersebut menyebutkan perdagangan bilateral Arab Saudi dan Prancis mencapai sekitar 11,8 miliar dolar AS pada 2025. Sebanyak 21 kesepakatan dan nota kesepahaman juga diumumkan dalam forum investasi Arab Saudi-Prancis.

Kunjungan Mohammed bin Salman pada 23-24 Agustus 2026 berlangsung ketika Arab Saudi dan Prancis memperingati 100 tahun hubungan politik kedua negara.

Sampaikan pilihanmu soal dukungan negara Palestina

Apakah diplomasi penting untuk penyelesaian konflik kawasan?

See More
Ya, penting
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, bukan yang utama

Curated For You

Editorial Team

Related Article