Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Arab Saudi Siap Kembangkan Senjata Nuklir

nytimes.com
nytimes.com

Riyadh, IDN Times - Pemerintah Arab Saudi bakal mengembangkan senjata nuklir. Namun hal itu baru akan dilakukan dengan catatan, negara rivalnya, Iran juga mengembangkan senjata tersebut. Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman dalam sebuah talkshow bersama CBS News mengatakan Arab Saudi sebenarnya tidak ingin mengembangkan senjata nuklir. Namun jika Iran melakukan pengembangan nuklir, maka pemerintah Arab Saudi tidak akan segan untuk mengikuti langkah iran itu. 

1. Pernyataan itu disampaikan Putra Mahkota Arab Saudi dalam sebuah talkshow di televisi jaringan AS

english.alarabiya.net
english.alarabiya.net

Dilansir BBC, Independent dan Times of Israel, pembahasan mengenai nuklir ini muncul setelah Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain dan Arab Saudi mengecam Iran karena terus menerus mengembangkan rudal balistik. 

Arab Saudi dan Iran memang telah lama menjadi rival di Timur Tengah. Masing-masing didominasi oleh cabang Islam yang berbeda. Sunni untuk Arab Saudi dan Syiah untuk Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan telah meningkat selama perang di Syria dan Yaman. 

2. Iran diketahui terus mengembangkan senjata nuklirnya

algemeiner.com
algemeiner.com

Selain membicarakan kemungkinan pengembangan senjata nuklir, dalam talkshow berdurasi 60 menit, Pangeran Mohammed bin Salman juga menjelaskan alasan mengapa November lalu, ia menyebut pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebagai Hitler baru di Timur Tengah. Sebutan itu dilontarkan karena Ayatollah menginginkan pembuatan proyek sendiri di Timur Tengah. Dan hal itu sangat mirip dengan Hitler.

3. Ruang gerak Iran untuk mengembangkan nuklir sebenarnya sudah terbatas. Sejak tahun 2015, Iran menandatangani kesepakatan mengenai pembatasan nuklir

arabnews.com
arabnews.com

Arab Saudi, sekutu penting AS telah menandatangani traktat non-proliferasi senjata nuklir sejak tahun 1988. Begitu juga dengan Iran. Namun pada tahun 2013, Amos Yadlin, mantan Kepala Intelijen Militer Israel, mengatakan Iran telah membeli bom nuklir. Iran berdalih program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Pada tahun 2015, Iran mendapatkan sanksi ekonomi. Akhirnya Iran menandatangani kesepakatan internasional untuk membatasi program nuklirnya agar sanksi ekonomi dilonggarkan. Kesepakatan itu membatasi pengadaan uranium hingga produksi plutonium. Pada Januari, Presiden AS, Donald Trump memperpanjang sanksi bantuan terhadap Iran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Agustin Fatimah
EditorAgustin Fatimah
Follow Us

Latest in News

See More

BGN Bicara Target Nol Kasus Keracunan MBG: Yang Garansi Allah

08 Jan 2026, 11:24 WIBNews