Bertambah 4, Total Korban Meninggal Banjir Sumatra Jadi 1.182 Jiwa

- Total korban meninggal banjir Sumatra mencapai 1.182 jiwa, dengan penambahan 4 jiwa dalam 2 hari terakhir.
- Ada 145 orang hilang dan 238.627 jiwa tinggal di tempat pengungsian akibat banjir dan tanah longsor.
- Aceh menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak (544 jiwa) dan pengungsi terbanyak (214.084 jiwa).
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data mengenai korban akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra. Jumlah korban meninggal dunia per Jumat (9/1/2025) bertambah jiwa sehingga totalnya mencapai 1.182 jiwa.
"Penambahan korban meninggal dunia terdapat empat jiwa dalam dua hari terakhir yaitu dari Aceh Utara 1 jiwa, Langkat 2 jiwa dan Tapanuli Tengah 1 jiwa. Sehingga, ini menambah total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," ujar Kepala Pusat, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari ketika memberikan keterangan pers secara daring pada hari ini di Graha BNPB.
Ia pun mewakili BNPB kembali menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Meski begitu, angka tersebut berpotensi terus bertambah karena masih ada laporan 145 orang lainnya yang hilang. Sedangkan, sebanyak 238.627 jiwa masih tinggal di tempat pengungsian.
Bila dirinci maka korban meninggal dunia terbanyak ditemukan di Aceh sebanyak 544 jiwa, lalu Sumatra Utara 374 jiwa dan Sumatra Barat 284 jiwa. Jumlah warga yang mengungsi juga paling banyak ditemukan di Aceh yakni 214.084 jiwa.
Di sisi lain, di Aceh sudah ada 14 kabupaten atau kota yang menggeser statusnya dari tanggap darurat menjadi transisi tanggap darurat. Sedangkan, empat kabupaten atau kota masih berstatus tanggap darurat. Keempat area tersebut yakni Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Tamiang dan Gayo Lues.
"Ini memang merupakan daerah-daerah yang masih menjadi fokus kami agar jalur daratnya dipulihkan. Selain itu, kami masih terus mendistribusikan logistik ke titik-titik yang jauh dari posko kabupaten atau kota," tutur dia.



















