Megawati Singgung Alih Fungsi Lahan di Rakernas PDIP

- Megawati kritik kebijakan pembangunan nasional yang memicu bencana ekologis di Indonesia, terutama di Sumatra.
- Ia menyoroti regulasi yang memanjakan konsesi besar dan membuka jalan bagi deforestasi serta perampasan tanah.
- Megawati menilai ekspolitasi alam saat ini merupakan kemunduran bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melayangkan kritik tajam terhadap arah kebijakan pembangunan nasional dalam pidato politiknya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan .
Megawati menyoroti maraknya regulasi yang dinilai terlalu memanjakan konsesi besar hingga memicu bencana ekologis masif di berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, hal itu menyebabkan bencana di Sumatra.
"Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem," ujar Megawati.
Mega mengatakan, pembukaan hutan secara masif untuk tanaman monokultur telah menghilangkan kemampuan alam dalam menyerap air, yang pada akhirnya menghantam kehidupan rakyat kecil di hilir yang tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan. ia menilai ekspolitasi yang terjadi saat ini merupakan bentuk kemunduran bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," ujarnya.

















