Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Arab Saudi resmi menandatangani kesepakatan kerja sama nuklir sipil yang menjadi babak baru hubungan kedua negara. Perjanjian yang diumumkan pada Rabu (22/7/2026) ini selanjutnya akan diajukan ke Kongres AS untuk ditinjau.
Kesepakatan ini mencakup pengembangan program energi nuklir sipil di Arab Saudi dan berpotensi membuka peluang investasi bernilai miliaran dolar. Meski demikian, sejumlah ketentuan dalam perjanjian tersebut memicu kekhawatiran terkait pengawasan dan keamanan kawasan.
