“Dengan menargetkan Hodeidah, rezim (Arab) Saudi telah menjadikan eskalasi demi eskalasi sebagai ciri khas fase mendatang,” bunyi pernyataan resmi Kemlu Arab Saudi, seperti dilansir Al Jazeera.
Balas Dendam, Arab Saudi Serang Situs Militer Houthi di Yaman

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Arab Saudi melakukan serangan ke situs militer milisi Houthi yang ada di kota pelabuhan Hodeidah, Yaman, pada Jumat (24/7/2026). Menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi, situs militer yang mereka serang sering digunakan Houthi untuk mengganggu pelayaran di Selat Bab el-Mandeb.
1. Serangan juga merusak fasilitas telekomunikasi di Hodeidah

Kantor berita Yaman yang berafiliasi dengan Houthi, Al-Masirah TV, menjelaskan, serangan Arab Saudi juga merusak fasilitas telekomunikasi di Hodeidah. Media itu menyebut serangan Arab Saudi juga menyasar Kamaran Island. Sebab, di pulau tersebut juga ada situs militer milik Houthi.
Al-Masirah TV menambahkan, sirene bahaya di Kamaran Island langsung meraung kencang ketika serangan terjadi. Serangan tersebut dikabarkan telah melukai seorang perempuan. Beruntungnya, ia kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
2. Serangan dilakukan sebagai balasan terhadap Houthi

Juru bicara pasukan militer Arab Saudi, Mayjen Turki Al-Malki, mengatakan, serangan ke situs militer di Hodeidah merupakan balasan terhadap Houthi. Sebab, milisi tersebut sudah menyerang kapal tanker asal Arab Saudi yang sedang berlayar di Selat Bab el-Mandeb pada Rabu (22/7/2026) lalu. Houthi melakukan serangan itu sebagai balasan karena Amerika Serikat (AS) terus menyerang Iran.
“Kami melakukan operasi balasan militer yang proporsional terhadap sasaran militer sah milik milisi teroris Houthi di Provinsi Hodeidah,” kata Al-Malki dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dikutip Arab News. Ia menambahkan bahwa serangan balasan Arab Saudi ke Houthi berjalan sukses.
Berdasarkan keterangan Pemerintah Arab Saudi, serangan Houthi menyebabkan kapal mengalami kebakaran hebat dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut.
3. Hodeidah merupakan kota yang krusial bagi Houthi

Sebagai informasi, Hodeidah merupakan kota yang sangat krusial bagi Houthi. Kota tersebut berada di bawah kendali Houthi dan sering digunakan juga sebagai pusat penerimaan bantuan kemanusiaan internasional untuk warga di Yaman utara. Sebab, wilayah tersebut kini sedang mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat perang saudara yang terjadi antara Yaman dan Houthi. Perang itu sudah meletus sejak 2014.
Serangan Arab Saudi terhadap Houthi ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah yang dipicu perang antara AS dan Iran makin meluas. Sebab, negara-negara di Timur Tengah kini juga ikut memerangi sekutu Iran seperti Houthi. Di sisi lain, angkatan bersenjata Iran kini juga semakin intens menyerang negara-negara sekutu AS yang ada di Kawasan Teluk, seperti Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).





















