Salah satu dari tiga sumber tersebut menjelaskan, AS akan memanfaatkan dua markas militer yang ada di Greenland selatan dan timur untuk dijadikan markas militer baru mereka. Markas militer di Greenland selatan terletak di Kota Narsarsuaq, sedangkan di Greenland timur terletak di Kota Mestersvig.
AS Bakal Buka 2 Markas Militer di Greenland, Kesepakatan Baru?

- Amerika Serikat berencana membuka dua markas militer di Narsarsuaq, Greenland selatan, dan Mestersvig, Greenland timur, menurut tiga sumber anonim yang dekat dengan pejabat AS.
- Narsarsuaq merupakan bekas pangkalan AS era Perang Dunia II, sedangkan Mestersvig digunakan Sirius Dog Sled Patrol, pasukan khusus Denmark yang menjalankan operasi intelijen.
- Pembukaan markas menjadi bagian kesepakatan baru: Greenland memberi AS kewenangan keamanan wilayahnya, sementara AS memperoleh akses sumber daya mineral setelah Trump menghentikan upaya mengambil alih Greenland.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan segera membuka dua markas militer baru di wilayah Greenland. Rencana itu disampaikan oleh tiga sumber rahasia anonim yang dekat dengan pejabat AS pada Senin (21/9/2026) kemarin.
1. AS akan memakai pangkalan militer era Perang Dunia II

ilustrasi Perang Dunia II (unsplash.com/Suzy Brooks) Pangkalan militer di Narsarsuaq sebetulnya merupakan bekas pangkalan militer AS pada era Perang Dunia II. Berdasarkan sejarahnya, pangkalan militer Narsarsuaq, yang dulu dinamai Blue West One oleh militer AS, dibangun pada tahun 1941. Pangkalan ini berfungsi sebagai jalur transit dan pengisian bahan bakar pesawat tempur sekutu yang terbang melintasi Samudra Atlantik selama Perang Dunia II.
Sementara itu, pangkalan militer yang terletak di Mestersvig kini digunakan oleh Sirius Dog Sled Patrol. Dilansir Times of Israel, Sirius Dog Sled Patrol merupakan salah satu pasukan khusus yang dimiliki oleh angkatan bersenjata Denmark. Pasukan ini biasanya ditugaskan untuk melakukan operasi intelijen.
2. Pembukaan dua markas militer jadi kesepakatan baru AS dan Greenland

potret sebuah wilayah di Kota Nuuk, Greenland (pexels.com/Биљана) Pembukaan dua pangkalan militer ini merupakan bagian dari kesepakatan baru antara AS dan Greenland. Dalam kesepakatan tersebut Greenland sepakat untuk memberikan kewenangan kepada AS untuk mengontrol keamanan di seluruh wilayahnya. Itulah yang menjadi alasan mengapa Washington akan segera membuka markas militer baru di Greenland.
"Ketiga pemimpin akan meresmikan perjanjian baru mereka yang akan mengamankan dan melindungi keamanan Greenland dan Amerika Serikat," kata seorang pejabat Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir ABC News pada Selasa (22/9/2026).
3. Donald Trump sebelumnya mendesak Greenland untuk mencapai kesepakatan dengan AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menyampaikan pidato di KTT Prioritas F11 di Forum Faena di Miami, Florida, pada 27 Maret 2026. (commons.wikimedia.org/ Executive Office of the President of the United States) Kesepakatan tadi diraih usai Presiden Donald Trump berulang kali mendesak Greenland agar mengizinkan pasukan militer AS mengontrol keamanan wilayah mereka. Sebab, Trump ingin mengamankan Greenland yang kaya sumber daya mineral dari ancaman Rusia dan China.
Pada Januari lalu, Trump bahkan pernah berupaya untuk mengambil alih seluruh wilayah Greenland. Ketika itu, Trump berdalih ingin menjaga keamanan Greenland dari Beijing dan Moskow yang berupaya mengeruk kekayaan mineral mereka. Sebab, ia menganggap Greenland tidak cukup andal menghalau ancaman dari kedua negara tersebut.
Namun, Trump kini sudah sepakat berhenti mengusik kedaulatan Greenland. Sebagai gantinya, AS mendapatkan akses ke sumber daya mineral yang ada di negara itu. Sebab, Greenland dikenal sebagai negara yang kaya sumber daya mineral, seperti logam tanah jarang, fosfat, uranium, dan tembaga.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















