Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/6/2026) telah mengaktifkan mekanisme pemantauan melalui Komando Pusat militer AS (CENTCOM) untuk mengawasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Berdasarkan keterangan seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim, langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat gencatan senjata sekaligus mendorong proses perdamaian antara Israel dan Lebanon.
Pejabat tersebut menjelaskan tujuan dari inisiatif yang dijalankan Washington.
“Tujuan bersama kita ialah mengakhiri siklus kekerasan untuk selamanya. Kita memungkinkan Israel dan Lebanon bernegosiasi sebagai dua negara berdaulat dan menemukan cara mencapai perdamaian serta keamanan,” ujar pejabat tersebut, dikutip Bernama.
