Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Berencana Kurangi Operasi Kedubesnya di Timur Tengah, Kenapa?
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Robert So)
  • AS dilaporkan berencana mengurangi operasi dan jumlah staf di kedutaan-kedutaan Timur Tengah akibat situasi keamanan yang belum stabil imbas perang dengan Iran.
  • Kementerian Luar Negeri AS menyatakan rencana tersebut belum dibahas lebih lanjut, tetapi keselamatan personel diprioritaskan dan status setiap pos akan dievaluasi berdasarkan faktor keamanan serta operasional.
  • AS telah mengurangi staf diplomatik sejak perang dimulai pada 28 Februari; negosiasi tidak langsung dengan Iran masih berlangsung dan Pakistan menyebut kedua pihak hampir mencapai kesepakatan damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan berencana mengurangi operasi di seluruh kedutaan besarnya (kedubes) yang ada di Timur Tengah. Menurut laporan CNN yang mengutip sumber anonim dari AS, Rabu (12/8/2026), hal ini karena situasi di Timur Tengah imbas perang dengan Iran masih belum stabil. Terlebih, negosiasi damai AS dengan Iran juga berjalan alot. 

Sejumlah sumber AS menjelaskan, rencana pengurangan operasi kedubes di Timur Tengah ini sebetulnya belum difinalisasi. Namun, menurut sumber tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS sudah meminta semua kedubes di Timur Tengah untuk mengurangi tugas dan memangkas jumlah staf diplomatiknya. Jika kebijakan ini dilakukan, sebagian besar diplomat AS yang bertugas di Timur Tengah kemungkinan akan segera dipulangkan ke Washington. 

1. Kemlu AS mengaku belum membahas pengurangan operasi kedubes di Timur Tengah

Gedung Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C. (flickr.com/Tony Webster via commons.wikimedia.org/Tony Webster)

Di sisi lain, Kemlu AS menjelaskan, pihaknya belum membahas lebih lanjut soal rencana pengurangan operasi kedubes di Timur Tengah. Meski demikian, Kemlu AS mengatakan akan terus memantau keamanan para diplomatnya di Timur Tengah. Jika pengurangan operasi kedubes di kawasan tersebut memang diperlukan untuk alasan keamanan, maka mereka akan segera melakukannya.

“Keselamatan dan keamanan personel kami dan keluarga mereka tetap menjadi prioritas utama Kementerian (Lear Negeri) saat kami terus menilai kondisi di seluruh wilayah. Keputusan mengenai status pos mana pun dibuat berdasarkan berbagai faktor keamanan dan operasional dalam koordinasi erat antara pos-pos dan Washington,” bunyi pernyataan resmi Kemlu AS dilansir CNN

2. AS sudah mengurangi jumlah staf diplomatiknya di Timur Tengah setelah mulai perang dengan Iran

ilustrasi diplomat Amerika Serikat (pexels.com/August de Richelieu)

AS sendiri sebetulnya sudah mulai mengurangi staf diplomatiknya di Timur Tengah tidak lama setelah mereka memulai perang dengan Iran pada 28 Februari lalu. Para diplomat tersebut rencananya akan dipulangkan lagi ke Timur Tengah saat konflik dengan Iran sudah mereda atau sepenuhnya usai. Sayangnya, perang antara AS dan Iran justru menjadi konflik yang berkepanjangan.

Presiden AS, Donald Trump, awalnya mengira perang tidak akan berlangsung lebih dari satu bulan. Namun, rupanya, perang antara Washington dan Teheran berlangsung hingga Agustus ini. Meski saat ini AS dan Iran sudah berhenti saling serang, hubungan kedua negara masih tegang. Sebab, AS dan Iran masih berbeda pendapat soal kesepakatan damai di antara kedua pihak. 

3. AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Saat ini, AS masih melanjutkan negosiasi dengan Iran. Namun, negosiasi ini dilakukan secara tidak langsung. Sebab, delegasi Washington dan Teheran hanya bertukar pesan saja melalui mediator soal kesepakatan damai kedua pihak. 

Pakistan yang berperan sebagai mediator antara AS dan Iran menjelaskan, kedua negara saat ini hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Sebab, menurut Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, Washington dan Teheran hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian lagi soal sejumlah poin yang ada di dalam kesepakatan damai kedua negara. "Situasinya kembali mengarah pada kesepakatan damai atau perjanjian," ujar Asif dilansir CBS News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article