Buntut Kematian 3 TNI di Lebanon, Massa Demo di Kedubes AS

- Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon memicu aksi massa besar di depan Kedubes AS, diprakarsai Majelis Ormas Islam (MOI).
- Ribuan demonstran mengenakan atribut Indonesia dan Palestina memenuhi Jalan Medan Merdeka Selatan sambil mengibarkan bendera Palestina serta menampilkan potret tiga prajurit yang gugur.
- Ketua Presidium MOI, KH. Nazar Haris, menyerukan agar dunia internasional membuka akses umat muslim ke Masjid Al-Aqsa yang disebut kini tertutup bagi mereka.
Jakarta, IDN Times - Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menjadi luka besar bagi masyarakat Indonesia.
Kekecewaan besar dirasakan banyak masyarakat hingga memicu aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Minggu (5/3/2026) pagi.
Dilansir ANTARA, aksi itu diprakarsai oleh Majelis Ormas Islam (MOI). Demonstran mulai memadati area barat Jalan Medan Merdeka Selatan sejak pukul 08.33 WIB.
1. Massa memadati Jalan Medan Merdeka Selatan

Ribuan warga yang sebagian besar mengenakan pakaian dengan atribut Indonesia dan Palestina memadati Jalan Medan Merdeka Selatan arah barat, dari dekat gerbang Monumen Nasional (Monas) sampai Stasiun Gambir.
Aksi itu dinamakan demonstran “Berjuta Doa untuk Syuhada.” Para demonstran meramaikan area unjuk rasa yang dilengkapi panggung serta latar belakang potret tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon, yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.
2. Bendera Palestina juga dikibarkan

Para demonstran juga mengibarkan bendera Palestina pada unjuk rasa tersebut.
Sambil mengibarkan bendera, para demonstran juga mengumandangkan sejumlah lagu tentang aksi massa.
3. Tuntut akses ke Masjid Al-Aqsa untuk umat muslim

Selain menyampaikan kekecewaan terkait gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, para demonstran juga mendesak akses untuk umat Muslim memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dibuka.
"Masjid Al-Aqsa saat ini sedang dikunci untuk kaum Muslimin, sedangkan Yahudi boleh masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa. Inilah sesuatu yang perlu kita gebrak di dunia Islam bahwa harus ada kesadaran dunia Islam," kata Ketua Presidium MOI, KH. Nazar Haris.
Melalui aksi itu, MOI ingin mendesak dunia internasional untuk mengizinkan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa yang saat ini justru dibuka untuk umat Yahudi.
"Membela, membebaskan, membuka dan memerdekakan Masjid Al-Aqsa untuk kaum muslimin. Ini sesuatu yang penting. Maka pada hari ini, kita mengadakan aksi untuk memulai kesadaran di dunia Islam," ucap Nazar.



















