ilustrasi bendera Brasil (unsplash.com/Samuel Costa Melo)
Ketegangan diplomatik kedua negara telah dimulai sejak beberapa pekan sebelum pencabutan visa Viotti. Pada Juli lalu, Brasil menolak memberikan visa masuk kepada dua pejabat Departemen Luar Negeri AS. Dua pejabat yang ditolak masuk tersebut adalah Riley M. Barnes dan Samuel Samson dari Biro Demokrasi, HAM, dan Ketenagakerjaan. Brasil mengklaim kunjungan mereka berpotensi mengganggu proses pemilu.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding utusan AS berniat menyebarkan keraguan atas sistem pemungutan suara elektronik di negerinya. Sebaliknya, AS membantah tuduhan tersebut dan menyebut perjalanan itu hanyalah kunjungan kerja rutin.
"Tindakan ini merupakan bagian dari peningkatan tindakan permusuhan yang disengaja terhadap Brasil, didorong oleh motif ideologis yang tidak sesuai dengan kemitraan bilateral yang selalu berpedoman pada rasa saling menghormati," kata kantor kepresidenan Brasil, dilansir CNN.