Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/NASA)
  • AS dilaporkan melancarkan serangan terbatas ke Pulau Qeshm, Iran, dekat Selat Hormuz; ledakan terdengar, tetapi belum ada laporan korban jiwa.
  • Wall Street Journal menilai serangan berskala kecil itu tidak menandakan perang besar berlanjut, sementara CENTCOM belum menanggapi laporan tersebut.
  • Donald Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance menyatakan mendukung negosiasi damai dengan Iran, meski Trump menegaskan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah meluncurkan serangan baru ke Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di dekat Selat Hormuz. Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS anonim kepada Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (2/11/2026) kemarin. 

Dalam laporannya, WSJ menyebut serangan terbaru AS ke Pulau Qeshm tidak terlalu intens. Sebab, serangan kali ini bersifat terbatas. Meski begitu, media Iran, IRNA, menjelaskan sejumlah ledakan terdengar keras di sekitar Pulau Qeshm usai serangan terjadi. Namun, sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa imbas serangan tersebut. 

1. AS tidak berniat melakukan serangan besar-besaran ke Iran

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

WSJ menambahkan, serangan terbaru ke Pulau Qeshm tidak menunjukkan bahwa AS akan melanjutkan perang dengan Iran. Apalagi sampai melakukan serangan besar ke negara tersebut. Sebab, serangan ke Pulau Qeshm kali ini hanya berskala kecil dan tidak berdampak signifikan. 

Kendati demikian, analisis WSJ menyebut bahwa pasukan AS bisa saja melakukan serangan besar ke Iran pada kemudian hari. Sebab, sebelumnya, Washington juga kerap melakukan pola serupa dengan meluncurkan serangan besar ke Teheran secara tiba-tiba. Di sisi lain, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS hingga saat ini belum merespons kabar serangan ke Pulau Qeshm.

2. Donald Trump sebelumnya mengatakan tidak akan menyerang Iran

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (x.com/realDonaldTrump)

Pada Senin kemarin, Trump sempat mengatakan tidak akan melakukan serangan ke Iran. Pernyataan itu ia sampaikan saat ditanya oleh wartawan soal rencana serangan baru ke Iran usai pemilihan umum (pemilu) sela AS pada Selasa (3/11/2026). “Tidak,” jawab Trump singkat soal rencana serangan ke Iran tanpa memberikan rincian lebih lanjut. 

Sebelum ini, Trump juga mengatakan bahwa ia lebih mengutamakan jalur diplomasi untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Trump juga mengatakan bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran kini sedang berlangsung. Dilansir CNN, ia mengklaim Iran sangat ingin berdamai dengan AS sehingga kesepakatan bisa segera terjadi.

3. Wakil Presiden AS juga mendukung negosiasi dengan Iran

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, sedang berpidato di acara AmericaFest 2025 di Phoenix Convention Center, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Senada dengan Trump, Wakil Presiden AS, J.D Vance, juga mendukung proses negosiasi dengan Iran. Dalam pernyataannya, ia mengatakan akan terus berupaya melakukan negosiasi dengan Teheran agar kesepakatan damai bisa segera tercapai. "Dengar, saya dan presiden sama-sama merasa cukup optimis tentang prospek untuk mencapai kesepakatan melalui negosiasi. Kami akan terus berupaya," kata Vance dilansir Jerusalem Post. 

Meski lebih mengutamakan jalur negosiasi, Trump berulang kali mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan inilah yang sering diterjemahkan bahwa Trump berencana menyerang Iran. Sebab, Trump pernah mengatakan bahwa ia berniat menyerang fasilitas nuklir Iran. Bahkan, ia mengklaim bisa menyerang seluruh fasilitas nuklir Iran hanya dalam 10 menit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article