Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Darkhovin milik Iran pada Minggu (19/7/2026). Itu merupakan gelombang serangan ke-9 yang dilakukan Negeri Paman Sam sejak kembali berperang dengan Iran pada 11 Juli lalu.
"Serangan terhadap fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan internasional merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," bunyi pernyataan resmi Badan Energi Atom Iran (AEOI) dalam sebuah unggahan di media sosial X, seperti dilansir Anadolu Agency.
