Kemenkes: Belum Ada Kesimpulan Pelajar di Karo Hilang Ingatan karena MBG

- Kemenkes menyatakan belum bisa menyimpulkan kaitan antara kondisi pelajar FP di Karo dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- FP menjalani rawat jalan di RS Adam Malik Medan sejak 31 Agustus, ditangani dokter spesialis gastrohepatologi, neurologi, dan kesehatan jiwa.
- Hasil diagnosis RS menyatakan kondisi FP normal, tetapi ibunya tidak puas; keluarga diminta merekam bila kejang selama observasi di rumah.
Jakarta, IDN Times - Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan, saat ini seorang pelajar di Karo, Sumatra Utara, yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjalani perawatan intensif.
"Untuk penanganan pasien anak FP, sudah dilakukan rawat jalan sejak 31 Agustus di RS Adam Malik Medan," ujar Aji saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
1. Belum ada kesimpulan

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman. (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Aji mengatakan, saat ini pasien sudah ditangani oleh sejumlah dokter spesialis. Mulai dari spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dan dokter spesialis kesehatan jiwa.
"Belum dapat disimpulkan ada kaitan antara penyakit yang diidap oleh FP (korban) dengan MBG," ujar dia.
3. Pelajar di Karo hilang ingatan diduga santap MBG

Tiga siswi diinfus setelah mengeluh mual-mual usai makan MBG. (IDN Times/Dok P2P Dinkes Jateng) Hasil dari diagnosis kesehatan FP dari Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) H Adam Malik sudah keluar. Hasilnya, kondisi kesehatan FP dinyatakan normal.
Ibu korban, Elvinus Lusiana Sitanggang, merasa tidak puas dengan hasil tersebut. Apalagi melihat kondisi anaknya saat ini.
"Kata dokternya gak ada penyakitnya, tapi masak (kenapa) anakku bisa seperti itu? Aku gak puas dengan hasil yang diapakan (dijelaskan dokter)," ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).
FP hilang ingatan sejak menjadi korban keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Dari hasil yang diterima Elvinus, kata dia, akan ada observasi selama rawat jalan. Dokter memintanya untuk memvideokan FP jika terjadi kejang-kejang agar dapat diberikan obat yang tepat.
"Tadi, kata dokter sewaktu nanti dia kejang ada waktunya observasi di rumah. Sewaktu dia nanti masih kejang di rumah, dia diambil video kata dokternya, biar tahu dokternya untuk memberikan obat," ucap dia.





















