Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Larang Seluruh Mobil BYD Masuk Pangkalan Kadena di Jepang
ilustrasi logo BYD (unsplash.com/P.L.)
  • Militer AS melarang seluruh kendaraan BYD memasuki Pangkalan Udara Kadena di Okinawa mulai 26 Oktober 2026, mencakup kendaraan pribadi, kontraktor, taksi, dan truk pengiriman.
  • Pangkalan menilai kendaraan listrik modern dengan sensor dan kamera berisiko bagi personel serta misi militer, terutama karena Kadena merupakan instalasi strategis AS di Jepang.
  • Larangan muncul saat Pentagon memasukkan BYD dalam daftar pembatasan pengadaan, sementara BYD terus berekspansi di Jepang dan ketegangan Jepang-China terkait Taiwan bertahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mulai Senin (26/10/2026), militer Amerika Serikat (AS) melarang seluruh kendaraan buatan BYD memasuki Pangkalan Udara Kadena di Okinawa demi alasan keamanan. Aturan yang diumumkan pada Jumat (23/10/2026) tersebut berlaku di setiap gerbang pangkalan tanpa terkecuali.

Menurut pejabat U.S. Forces Japan, larangan ini mencakup mobil pribadi, kendaraan kontraktor, taksi, hingga truk pengiriman. Kebijakan itu ditegakkan langsung oleh Skuadron Pasukan Keamanan ke-18 yang bertugas mengamankan pangkalan dan aset-aset kritis.

1. Kadena jadi simpul keamanan dan sumber risiko data

ilustrasi pangkalan militer (pexels.com/Nikolai Ulltang)

Mengutip Yonhap newswire, Kadena merupakan instalasi Angkatan Udara AS terbesar di luar negeri yang menjadi pusat kekuatan udara di rangkaian pulau barat daya Jepang dekat Laut China Timur. Pangkalan ini menampung sistem Typhon, yakni wahana peluncur rudal jelajah Tomahawk berjarak 1.600 kilometer yang mampu menjangkau Beijing dari Jepang barat.

Dilansir The Asahi Shimbun, juru bicara pangkalan Letnan Kolonel Alli Stormer menjelaskan bahwa kendaraan listrik modern beroperasi sebagai wahana berbasis peranti lunak yang dilengkapi sensor dan kamera canggih untuk mengumpulkan informasi lingkungan. Stormer menyatakan bahwa wahana jenis itu menghadirkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimitigasi bagi personel serta misi militer.

2. Pentagon perluas daftar pembatasan perusahaan China

Markas Besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon (Touch Of Light, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Sedaily, Kementerian Pertahanan AS menetapkan 188 perusahaan termasuk Alibaba, Baidu, dan BYD ke dalam daftar pembatasan pengadaan Section 1260H sebagai entitas militer China yang beroperasi di AS pada Juni lalu. Menanggapi penetapan tersebut, BYD menyatakan menolak dan akan menempuh jalur administratif serta hukum untuk melindungi kepentingan perusahaan.

Langkah pembatasan ini mengingatkan pada kebijakan serupa yang pernah diambil China pada 2021 ketika melarang kendaraan Tesla dari kompleks pemerintah akibat kekhawatiran kamera. Beijing baru mencabut larangan tersebut pada 2024 setelah Tesla memperoleh dukungan dari asosiasi industri otomotif teratas di China.

3. BYD ekspansi di Jepang di tengah ketegangan regional

ilustrasi proses pengerjaan mobil BYD (unsplash.com/Mohammad Fathollahi)

Di tengah situasi tersebut, BYD sukses menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik baterai terbesar di dunia pada 2025 dan meluncurkan mobil mini listrik Racco di Jepang pada Juli lalu. Pengamat memperkirakan larangan masuk ini dapat meluas ke instalasi besar lain seperti Stasiun Udara Futenma di Okinawa dan pangkalan AS di Korea Selatan.

Hubungan Jepang dan China sendiri masih dingin menyusul isyarat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu terkait kemungkinan intervensi Jepang dalam darurat Taiwan. China mengecam keras langkah tersebut sebagai militerisme baru yang membuat ketegangan regional terus bertahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article