Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Balas Serang Obama dan Abdul El-Sayed Jelang Pemilu Sela AS

3 min read
Trump Balas Serang Obama dan Abdul El-Sayed Jelang Pemilu Sela AS
Donald Trump dan Barack Obama (commons.wikimedia.org/DoD photo by U.S. Air Force Staff Sgt. Marianique Santos)
  • Donald Trump menyerang Barack Obama dan kandidat Senat Demokrat Abdul El-Sayed menjelang pemilu sela 3 November 2026, sambil menyerukan warga Michigan memilih Mike Rogers.
  • Obama mendukung El-Sayed di Detroit, membantah serangan terkait identitas Muslim dan dugaan afiliasi ekstremis. El-Sayed telah menyangkal tuduhan tersebut, tanpa bukti kredibel yang mendukungnya.
  • Dalam kampanye, Obama juga mengkritik renovasi Gedung Putih serta kebijakan Trump terhadap Iran, sementara Trump mempertahankan penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran 2018.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump balas menyerang mantan Presiden Barack Obama dan kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, menjelang pemilihan umum (pemilu) sela pada 3 November 2026. Trump menyebut Obama "tidak kompeten" dan melabeli El-Sayed sebagai "Dokter Gadungan".

Perselisihan ini mencuat setelah Obama bergabung dalam kampanye kandidat-kandidat Demokrat, termasuk mendukung El-Sayed di Michigan pada Sabtu (24/10/2026). Obama membela El-Sayed dari tuduhan terkait identitas agamanya sekaligus mengkritik kebijakan Trump mengenai Iran dan renovasi Gedung Putih.

  1. 1. Trump balas serang Obama dan El-Sayed

    Barack Obama
    Barack Obama (x.com/BarackObama)

    "Obama adalah presiden yang sangat tidak kompeten!" tulis Trump di Truth Social pada Minggu (25/10) pagi. 

    Ia menuding Obama memberikan miliaran dolar AS kepada Iran dan membuka jalan bagi negara itu untuk memperoleh senjata nuklir. Trump juga menyinggung kekalahan Hillary Clinton pada pemilihan presiden 2016 dan Kamala Harris pada 2024 yang keduanya didukung oleh Obama.

    "Sekarang dia berkampanye untuk seorang Jihadis Ikhwanul Muslimin yang membenci orang Yahudi dan orang kulit hitam dan ORANG AMERIKA dan TRUMP, dan dia juga akan kalah. Dia adalah Dokter Gadungan, yang menjalankan apa yang dianggap sebagai KLINIK TERBURUK DI AMERIKA," lanjut Trump. 

    Ia mengeklaim bahwa reputasi El-Sayed akan makin buruk seiring terungkapnya lebih banyak informasi. Trump lantas mengakhiri unggahannya dengan menyerukan para pemilih Michigan untuk mendukung Mike Rogers. "Dia tidak akan pernah mengecewakan Anda!" pungkasnya.

    Trump dan sejumlah politikus Partai Republik berulang kali menuduh El-Sayed mempunyai afiliasi ekstremis, khususnya Ikhwanul Muslimin. El-Sayed telah berkali-kali membantah tuduhan tersebut dan tidak ada bukti kredibel yang membuktikan keterkaitannya dengan kelompok itu. 

  2. 2. Obama bela El-Sayed dalam kampanye di Michigan

    Abdul El-Sayed
    Abdul El-Sayed (x.com/AbdulElSayed)

    Obama secara terbuka mendukung El-Sayed dalam kampanye di Kota Detroit, Michigan, pada Sabtu sore. Di hadapan lebih dari 4.300 pendukung di Cass Technical High School, Obama membela kandidat tersebut dari serangan Partai Republik terkait identitas Muslim dan dugaan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin.

    Obama membandingkan serangan tersebut dengan tuduhan keliru mengenai identitas dan agamanya selama kampanye presiden pada 2007 dan 2011. "Kita pernah melihat ini sebelumnya. Saya pernah mengalaminya," tutur Obama sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

    "Cara-cara seperti ini tidak mempan terhadap saya. Begitu pula di Michigan, cara ini tidak akan berhasil untuk Abdul," tambahnya.

    Obama juga memuji usulan El-Sayed untuk mengurangi pengaruh uang dalam politik serta memperluas akses layanan kesehatan yang terjangkau. Ia mengatakan bahwa El-Sayed akan melanjutkan upaya tersebut melalui Patient Protection and Affordable Care Act (PPACA) yang disahkan Obama pada 2010.

    Pada Sabtu malam, Trump juga menghadiri acara kampanye Partai Republik di Kota Perry, Georgia. Dalam pidatonya, ia mengejek penampilan Obama dan mengeklaim bahwa kampanye di Detroit tersebut nyaris tidak dihadiri oleh pendukung mana pun. 

    "Anda tahu, saya melihat Barack Hussein Obama berada di Michigan, dan tempat itu kosong," kata Trump.

  3. 3. Obama sindir renovasi Gedung Putih dan kebijakan Trump

    helipad di Gedung Putih
    potret helipad di Gedung Putih (commons.wikimedia.org/White House)

    Dilansir Fox News, Obama menyindir proyek renovasi Gedung Putih yang mencakup pembangunan aula dansa, perubahan Taman Mawar, dan pembangunan helipad di halaman selatan. Ia juga mengkritik dekorasi bernuansa emas yang digunakan Trump.

    "Dia membuat Gedung Putih terlihat seperti Saddam Hussein membuka Cheesecake Factory," canda Obama saat berkampanye "di Cleveland Public Auditorium, Kota Cleveland, Ohio, pada Sabtu pagi. 

    Obama juga mengkritik kebijakan Trump terkait perang dengan Iran yang menurutnya mendorong kenaikan biaya energi. Ia menyebut perang tersebut tidak diperlukan dan tidak diminta oleh masyarakat AS.

    Selain itu, Obama membela kesepakatan nuklir Iran yang dirundingkan selama masa kepresidenannya. Ia mengeklaim bahwa kesepakatan tersebut telah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

    Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018 karena menilai pembatasan nuklirnya bersifat sementara dan tidak cukup menangani program rudal balistik Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More