RI Kecam Serangan di Gereja Yordania, Pantau Keselamatan WNI

Indonesia mengecam serangan bersenjata di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Yordania, yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Kemlu RI menyampaikan belasungkawa, solidaritas kepada Yordania, serta dukungan terhadap langkah otoritas setempat.
KBRI Amman memantau situasi keamanan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan WNI.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan bersenjata di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026. Serangan tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X pada Senin (26/10/2026). Indonesia menegaskan, tindakan terorisme dan kekerasan yang menargetkan warga sipil tidak bersalah serta menodai kesucian tempat ibadah tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Terlepas dari motif maupun pelakunya,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Pemerintah dan rakyat Indonesia juga menyampaikan belasungkawa serta simpati mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Indonesia turut mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban luka.
1. Kekerasan terhadap warga sipil tak bisa dibenarkan

bendera Yordania (unsplash.com/Tommaso Ubezio) Indonesia kembali menegaskan bahwa segala bentuk tindakan terorisme dan kekerasan yang menargetkan warga sipil tidak bersalah merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Kemlu RI juga menyoroti serangan yang menodai kesucian tempat ibadah. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, terlepas dari motif maupun pelakunya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul serangan bersenjata di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, yang terjadi pada 23 Oktober 2026.
2. Indonesia nyatakan solidaritas kepada Yordania

ilustrasi Yordania (pexels.com/ AXP Photography) Indonesia menyatakan solidaritas penuh kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Selain itu, Indonesia mendoakan agar seluruh korban luka segera pulih.
Kemlu RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah tegas otoritas Yordania untuk menjaga stabilitas nasional dan menindak para pelaku serangan.
3. KBRI Amman pantau keselamatan WNI

Wadi Musa, Yordania (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon) Di tengah perkembangan situasi tersebut, Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman terus memantau kondisi keamanan di Yordania. KBRI Amman juga berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di negara tersebut.
Dalam pernyataannya, Kemlu belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai dampak serangan terhadap WNI di Yordania.






















