Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Resmi Sanksi 11 Entitas Industri Nikel dan Militer Milik Kuba
Bendera AS (unsplash.com/Robert Linder)
  • AS menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap 11 entitas strategis Kuba, menyasar industri nikel dan jaringan militer untuk membatasi pendapatan elite serta merespons keamanan kawasan.
  • Empat perusahaan tambang nikel dibekukan, sementara empat lembaga riset pertahanan dan tiga perwira tinggi turut dikenai pemblokiran aset serta larangan kemitraan internasional.
  • Kuba menolak sanksi AS, membantah sebagai ancaman keamanan, dan menyatakan tekanan Washington memperparah krisis ekonomi, kelangkaan, serta penderitaan warga sipil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Amerika Serikat resmi memberlakukan sanksi ekonomi baru terhadap 11 entitas strategis Kuba, pada Kamis (17/9/2026). Kebijakan luar negeri ini secara khusus menyasar sektor industri nikel dan jaringan militer negara tersebut.

Langkah Washington ini diambil untuk memutus sumber pendapatan elite penguasa Kuba dan merespons dinamika keamanan kawasan. Sebaliknya, otoritas Kuba mengecam tekanan sepihak itu karena dianggap memperburuk krisis kemanusiaan dan menyengsarakan rakyat sipil.

1. AS bekukan operasional empat perusahaan tambang nikel Kuba

Ilustrasi Nikel. (IDN Times/Anjani Asra)

Pemerintah AS membekukan empat perusahaan tambang milik negara Kuba, yaitu SERCONI, CEPRONIQUEL, CEDINIQ, dan Pinares S.A. Keempat perusahaan ini berperan penting dalam survei geologi dan ekstraksi mineral yang disinyalir menjadi sumber pendanaan pemerintah pusat.

"Pemerintahan Trump tidak akan tinggal diam saat para elite Kuba memperkaya diri lewat pengerukan sumber daya, sementara rakyatnya menderita," tegas Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilansir Tribune India.

Sanksi di sektor pertambangan ini diberlakukan berdasarkan Perintah Eksekutif 14404 untuk membatasi akses penerimaan devisa Kuba. AS menegaskan akan terus menindak pihak-pihak yang menyokong rezim represif di negara tersebut.

2. Blokir empat lembaga riset pertahanan dan tiga perwira tinggi

Ilustrasi bendera Kuba. (pexels.com/Matthias Oben)

Departemen Luar Negeri AS juga memblokir empat lembaga militer yang mengembangkan simulator tempur, riset angkatan laut, teknologi komunikasi, dan persenjataan. Keempat lembaga itu adalah SIMPRO, CIDNAV, GELCOM, dan CIDAI. Sanksi serupa dijatuhkan kepada tiga perwira tinggi, yakni Joaquin Francisco Cancio Monteagudo, Dioglis Pedrera Arguello, dan Julio Hurtado Betancourt.

Kementerian Keuangan AS turut membekukan seluruh aset ketiga pejabat tersebut dan melarang adanya kemitraan komersial internasional dengan jaringan militer terkait. Langkah ini mempertegas tekanan AS terhadap ekosistem pertahanan Kuba demi menjaga stabilitas keamanan di kawasan.

3. Kuba tolak keras sanksi sepihak Amerika Serikat

ilustrasi bendera Kuba (unsplash.com/Ayush Design)

Pemerintah Kuba membantah keras tuduhan bahwa negaranya menjadi ancaman keamanan bagi AS. Havana menyatakan, komunikasi bilateral kedua negara kini buntu akibat sikap intimidasi dan tekanan yang terus ditingkatkan oleh Washington.

"Sanksi AS telah memicu kematian di Kuba, saat ekonomi di pulau ini runtuh dan masyarakat menderita akibat kelangkaan parah," kecam Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez.

Pemerintah Kuba menegaskan bahwa pembaruan ekonomi nasional akan tetap berjalan mandiri sebagai wujud kedaulatan negara. Havana mengklaim tidak akan tunduk pada tekanan sanksi maupun intervensi politik dari Washington.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article