Jakarta, IDN Times - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan bahwa Presiden Donald Trump menolak proposal damai terbaru Iran usai Teheran mensyaratkan keringanan sanksi dan akses ke aset bernilai miliaran yang dibekukan. Persyaratan tersebut diajukan sebelum Teheran menyatakan kesediaannya untuk merundingkan program nuklirnya.
Pada Minggu (27/9/2026), Waltz mengatakan bahwa Trump tidak yakin Iran bernegosiasi dengan itikad baik. Waltz menilai usulan Teheran tidak dapat diterima karena negara tersebut menuntut konsesi besar sebelum perundingan substantif dapat dimulai.
Dilansir The Guardian, Trump mengonfirmasi penolakannya terhadap rencana perdamaian Iran, dengan alasan bahwa desakan Teheran untuk mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz didorong oleh keputusasaannya. Pada Sabtu, Trump mengatakan bahwa AS menang telak atas Iran dan memegang kendali penuh atas perairan vital tersebut.
.jpg)