Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Australia Bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga
ilustrasi keluarga (pexels.com/Katerina Kolomina)
  • Pemerintah Australia menyiapkan larangan bagi mahasiswa internasional membawa pasangan dan anak, sebagai bagian target menurunkan migrasi bersih menjadi 225 ribu pada 2028.
  • Rencana ini juga membatasi perpindahan jenis visa bagi migran sementara, memangkas visa sementara, dan memperketat klaim perlindungan; kuota mahasiswa asing diperkirakan tetap.
  • Menteri Tony Burke mengutamakan perubahan lewat legislasi, sambil mempertimbangkan pencabutan hak kerja visa bridging bagi pemohon perlindungan yang ditolak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Australia menyiapkan larangan bagi mahasiswa internasional untuk membawa pasangan atau anak selama menjalani studi. Kebijakan ini diarahkan untuk memangkas migrasi bersih dari luar negeri menjadi 225 ribu pada 2028 dari angka saat ini sekitar 300 ribu orang.

Dilansir CNA, Jumat (18/9/2026), Menteri Urusan Dalam Negeri Australia Tony Burke dijadwalkan memaparkan rincian pengetatan itu dalam pidatonya di Klub Pers Nasional (NPC). Aturan baru itu mencakup larangan membawa tanggungan di bawah 18 tahun serta pasangan yang sebelumnya memiliki izin kerja. Selain itu, pemerintah juga memperketat aturan agar migran sementara tak dapat berpindah-pindah jenis visa.

1. One Nation mendorong pembatasan migrasi Australia

ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Pixabay)

Partai One Nation yang berhaluan kanan keras sebelumnya mendesak pemerintah memangkas 750 ribu migran sementara dalam tiga tahun melalui pendekatan bertajuk “Australia First”. Partai tersebut mengusulkan ruang bernapas bagi warga lokal sebelum batas migrasi bersih ditetapkan 130 ribu per tahun. Evaluasi terhadap kebijakan ini rencananya akan dilakukan secara berkala.

Kantor Burke belum memberikan tanggapan resmi mengenai kebijakan tersebut. Namun, pengumuman itu memiliki sejumlah kemiripan dengan usulan One Nation mengenai pembatasan keluarga bagi mahasiswa dan migran terampil. Di sisi lain, Burke telah memakai kewenangan kementeriannya untuk memperlambat pemrosesan visa terampil serta visa keluarga dari luar negeri.

2. Australia membatasi visa sementara dan klaim perlindungan

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Gustavo Fring)

Pidato Burke yang berjudul The work of managing the migration program: who arrives, who stays, who leaves sempat tertunda selama enam minggu karena perbedaan pandangan antarmenteri. Rencana tersebut akhirnya disetujui Komite Peninjauan Pengeluaran Kabinet, seperti dilaporkan Australian Broadcasting Corporation (ABC). Skema ini mencakup pemangkasan jumlah visa sementara yang kini mencapai tiga juta unit serta pengetatan klaim perlindungan.

Kuota mahasiswa asing diperkirakan tidak mengalami perubahan, tetapi mereka tak lagi berhak membawa anggota keluarga. Pada tahun keuangan terakhir, pemerintah menerbitkan 337.427 visa mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45.991 merupakan pemohon sekunder yang berstatus tanggungan atau keluarga.

3. Australia menyiapkan instrumen hukum perubahan migrasi

Bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Dalam sesi tanya jawab, Burke menyampaikan komitmennya untuk mengutamakan jalur legislatif dalam merombak aturan migrasi. Ia juga mengisyaratkan penggunaan instrumen hukum lain apabila dukungan dari parlemen tak diperoleh.

“Sejak masa Hawke dan Howard, banyak dari sistem imigrasi kita telah didorong oleh permintaan, dan kecepatan pemrosesan adalah salah satu dari sedikit hal, bersama dengan tingkat perencanaan, yang saat ini tersedia. Semakin banyak alat yang tersedia, semakin baik kita dapat menargetkan sistem,” kata Burke kepada Question Time today , dikutip ABC.

Ia menambahkan bahwa bentuk hasil terbaik yang ada adalah opsi legislatif jika mampu diselesaikan, sedangkan tanpa opsi tersebut pemerintah masih memiliki lebih banyak tuas untuk membuat pengumuman resmi.

Pemerintah turut mempertimbangkan penghapusan hak kerja melalui visa bridging bagi migran yang permohonan perlindungannya telah ditolak. Setiap bulan, rata-rata terdapat 1.580 klaim perlindungan dalam negeri. Mayoritas permohonan ini diajukan oleh pemegang visa mahasiswa atau pengunjung dari China, India, dan Malaysia.

Sekitar 90 persen klaim tersebut berakhir dengan penolakan oleh kementerian. Kendati demikian, pemohon masih dapat menetap dan bekerja hingga delapan tahun melalui proses banding di Tribunal Peninjauan Administratif hingga Pengadilan Federal. Rencana pengetatan bagi pembuat liburan kerja asal Inggris akhirnya dibatalkan Perdana Menteri untuk menjaga Perjanjian Perdagangan Bebas kedua negara, meski pemrosesan visa dari luar negeri tetap mengalami penundaan signifikan akibat Arahan Menteri 119.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article