Jakarta, IDN Times - Badan intelijen dan keamanan siber Australia, Australian Signals Directorate (ASD), memperingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) memicu ancaman digital yang kian mengkhawatirkan. Dalam Laporan Ancaman Siber Tahunan 2025–2026 yang dirilis pada Selasa (27/10/2026), ASD menyoroti pemanfaatan AI oleh pihak asing untuk meretas jaringan komputer dan fasilitas vital.
Di sisi lain, ASD turut memanfaatkan teknologi AI guna menganalisis berbagai data keamanan dalam laporan tersebut. Namun, lembaga ini mengingatkan bahwa teknologi serupa juga telah mempermudah peretas dan pelaku kejahatan melancarkan serangan siber dalam skala yang jauh lebih luas.
