Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Austria Pecahkan Rekor Suhu Nasional, Capai 41,2 Derajat Celsius
Termometer menunjukkan suhu yang sangat panas (Unsplash.com/Immo Wegmann)
  • Austria mencetak rekor suhu nasional 41,2 derajat Celsius di Bad Deutsch-Altenburg pada 5 Agustus 2026, melampaui rekor 41,0 derajat Celsius di Wina sehari sebelumnya.
  • GeoSphere Austria memperingatkan gelombang panas di Eropa Tengah masih berlanjut beberapa hari, meski diperkirakan sempat mereda; sejumlah stasiun lokal turut mencatat rekor suhu.
  • Curah hujan yang sangat rendah memperparah kekeringan, dengan beberapa wilayah defisit hingga 90 persen; panas ekstrem juga menggeser aktivitas warga Wina ke dalam ruangan dan malam hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Austria mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah setelah temperatur di Bad Deutsch-Altenburg mencapai 41,2 derajat Celsius pada Rabu (5/8/2026). Lonjakan suhu ini terjadi di tengah gelombang panas yang sedang menerjang kawasan Eropa Tengah.

Lembaga meteorologi GeoSphere Austria memperingatkan bahwa cuaca panas ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini makin memburuk akibat minimnya curah hujan yang memicu kekeringan di berbagai wilayah.

1. Bad Deutsch-Altenburg catat rekor suhu tertinggi baru

Ilustrasi suhu panas. (Pixabay.com/geralt)

Suhu 41,2 derajat Celsius di Bad Deutsch-Altenburg resmi menjadi rekor nasional baru bagi Austria. Angka ini melampaui rekor sehari sebelumnya di kota Wina yang sempat menyentuh 41,0 derajat Celsius.

GeoSphere Austria menyebut lonjakan temperatur ini sebagai bagian dari gelombang panas yang meluas di Eropa Tengah. Sejumlah stasiun pemantau cuaca lokal juga mencatat rekor suhu tertinggi di wilayah masing-masing.

"Suhu panas ekstrem ini belum berakhir dan hanya mereda sebentar dalam beberapa hari ke depan," kata ahli cuaca ORF, Marcus Wadsak, dilansir The Star.

2. Gelombang panas ubah pola aktivitas warga Wina

ilustrasi suhu panas (pexels.com/Mary Taylor)

Suhu yang sangat tinggi mengubah pola aktivitas warga Wina, khususnya pada siang hari. Banyak warga memilih bertahan di dalam ruangan guna menghindari sengatan panas matahari.

Fenomena ini turut memengaruhi usaha kecil. Penjualan es krim sempat sepi pada siang hari, tetapi kembali melonjak setelah cuaca mulai mendingin di malam hari.

"Kami baru kebanjiran pelanggan setelah matahari terbenam. Kipas angin benar-benar menjadi penyelamat kami selama bekerja," ujar penjual es krim, Christina.

3. Minim curah hujan perparah kekeringan di Austria

ilustrasi Vienna atau Wina, Austria (unsplash.com/Dan V)

Gelombang panas menyengat ini makin diperparah oleh curah hujan yang sangat rendah. Badan cuaca nasional melaporkan Juli 2026 sebagai bulan Juli terpanas keempat sepanjang sejarah pencatatan iklim Austria.

Sejumlah wilayah mengalami penurunan curah hujan hingga 90 persen dari rata-rata normal. Dampaknya, tanah semakin mengering dan kehilangan kemampuan alami untuk mendinginkan udara lewat penguapan.

Para pakar menilai perubahan iklim terus meningkatkan frekuensi gelombang panas di Eropa, sehingga warga dan wisatawan harus beradaptasi.

"Saya rasa mengadakan kegiatan di dalam ruangan adalah pilihan terbaik saat cuaca panas seperti ini," ujar seorang wisatawan, Diego Amaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article