Jerman Catat Hampir 10 Ribu Kematian akibat Suhu Panas

- Jerman mencatat sekitar 9.800 kematian terkait suhu panas ekstrem sejak awal April hingga 19 Juli 2026, melampaui rekor tahunan 2018 sebesar sekitar 8.900 kematian.
- Lebih dari 5.000 kematian terjadi pada paruh kedua Juni saat suhu mencapai sekitar 40 derajat Celsius; 7.880 korban berusia 75 tahun ke atas.
- Gelombang panas memperburuk penyakit yang sudah ada, sementara surutnya Sungai Rhine memaksa kapal kargo mengurangi muatan meski pelayaran masih beroperasi.
Jakarta, IDN Times - Lembaga kesehatan masyarakat Jerman, pada Kamis (30/7/2026), melaporkan bahwa hampir 10 ribu orang di negara tersebut meninggal dunia akibat dampak suhu panas ekstrem sepanjang 2026. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dalam satu tahun sejak pencatatan dimulai pada 2016.
Robert Koch Institute (RKI) yang berbasis di Berlin memperkirakan sekitar 9.800 orang telah meninggal akibat suhu panas sejak awal April hingga 19 Juli 2026. Angka tersebut melampaui rekor tahunan sebelumnya yang tercatat pada 2018, ketika sekitar 8.900 orang diperkirakan tewas.
1. Sebagian besar korban berusia 75 tahun ke atas

Menurut RKI, lebih dari 5 ribu kematian yang berkaitan dengan gelombang panas terjadi pada paruh kedua bulan Juni, ketika suhu udara di beberapa wilayah Jerman mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Layanan iklim Eropa Copernicus menyatakan bahwa Juni 2026 merupakan bulan Juni terpanas yang pernah tercatat di Eropa Barat.
Dari total korban meninggal, 7.880 di antaranya berusia 75 tahun ke atas. RKI mengatakan, jumlah perempuan yang meninggal akibat dampak suhu panas lebih tinggi dibandingkan laki-laki lantaran perempuan memiliki proporsi yang lebih besar dalam kelompok populasi lanjut usia.
2. Suhu panas ekstrem dapat memperburuk kondisi kesehatan seseorang

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat gelombang panas semakin sering terjadi serta berlangsung lebih lama dan ekstrem. Kondisi ini pun meningkatkan risiko penyakit dan kematian yang berkaitan dengan suhu panas.
Dilansir DW, suhu panas sebenarnya jarang menjadi penyebab langsung kematian, kecuali jika seseorang meninggal akibat kondisi seperti sengatan panas (heatstroke). Dalam banyak kasus, suhu tinggi memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan atau penyakit ginjal. Oleh karena itu, suhu panas sering kali tidak tercantum dalam sertifikat kematian.
3. Rendahnya permukaan air sungai ancam aktivitas pelayaran

Secara terpisah, media Jerman melaporkan bahwa rendahnya permukaan air Sungai Rhine yang dipicu oleh gelombang panas juga mulai mengancam aktivitas pelayaran. Laporan menyebutkan bahwa ketinggian air di titik pengukuran Kaub, yang berada di kawasan Rhine Tengah, mendekati rekor terendah yang tercatat pada 2018, ketika permukaan air hanya mencapai 25 sentimeter.
Dilansir Anadolu, Pusat Prakiraan Banjir Rhineland-Palatinate, pada Kamis, menyatakan bahwa ketinggian air hanya terpaut beberapa sentimeter dari rekor terendah sebelumnya dan diperkirakan akan terus menurun hingga Jumat (31/7/2026). Sejauh ini, kapal-kapal kargo masih dapat beroperasi karena kedalaman sungai di jalur pelayaran masih mencukupi. Namun, para operator angkutan sungai terpaksa mengurangi muatan kapal akibat rendahnya permukaan air.



















