Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banjir di China, Ratusan Ular Lepas dari Tempat Penangkaran
ular kobra (unsplash.com/Nivedh P)
  • Banjir bandang di Hengzhou, Guangxi, menyebabkan sekitar 800-900 ular termasuk kobra lepas dari penangkaran dan memicu peringatan kewaspadaan bagi warga sekitar.
  • Satu orang tewas akibat gigitan ular, sementara otoritas menambah stok antibisa, mengirim tenaga medis tambahan, dan membuka jalur cepat penanganan korban di rumah sakit setempat.
  • Bencana banjir dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah China menewaskan total 38 orang, dengan ribuan warga dievakuasi serta seruan Presiden Xi Jinping untuk memperkuat upaya penyelamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ratusan ular, termasuk kobra, dilaporkan lepas dari sebuah tempat penangkaran di China selatan setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut. Pihak berwenang pun mengeluarkan peringatan kepada warga sekitar agar meningkatkan kewaspadaan.

Insiden ini terjadi setelah tempat penangkaran ular di Hengzhou, di wilayah otonom Guangxi Zhuang, diterjang banjir pada Senin (6/7/2026) akibat hujan lebat selama beberapa hari yang dipicu oleh topan Maysak. Pejabat setempat menyebutkan sekitar 800-900 ekor ular lepas dari tempat penangkaran tersebut, meskipun sebagian besar di antaranya diyakini tidak berbisa.

"Air bah menghanyutkan sebagian besar ular tersebut. Hanya sebagian kecil yang masih bertahan di atas sampah yang mengapung di wilayah yang terendam banjir. Sebagian besar ular yang berhasil ditangkap sejauh ini adalah ular air yang tidak berbisa," kata Wu Zhi, kepala Komite Desa Dengwei di Kecamatan Yunbiao, kepada Red Star News.

  • https://www.theguardian.com/world/2026/jul/09/snakes-cobras-escape-breeding-farms-southern-china-flooding

  • https://news.cgtn.com/news/2026-07-08/Hundreds-of-snakes-escape-flooded-farm-in-south-China-s-Guangxi-1OCcz8swNA4/p.html

1. Satu orang dilaporkan tewas akibat gigitan ular

ular (unsplash.com/Blessed Isaac Olupot)

Seorang dokter mengatakan dirinya telah merawat beberapa warga desa yang digigit ular sejak topan melanda wilayah itu. Media lokal juga melaporkan satu orang tewas akibat gigitan ular.

"Ratusan ular lepas secara bersamaan. Saya melihat lima atau enam ekor," ujar seorang korban gigitan ular yang dirawat di rumah sakit setempat. Warga tersebut menjelaskan bahwa ia digigit seekor kobra saat sedang membersihkan puing-puing di lantai dasar rumahnya pada Selasa (7/7/2026).

Dilansir CGTN, warga setempat membentuk tim sukarelawan untuk menangkap ular-ular tersebut menggunakan peralatan seadanya, seperti jaring ikan. Sementara itu, warga yang tidak memiliki pengalaman dalam menangkap reptil tersebut diimbau untuk tidak mencoba menangkapnya sendiri.

"Hanya individu yang memiliki pengalaman praktis dan pengetahuan profesional yang sebaiknya menangani hewan-hewan tersebut guna meminimalkan risiko cedera," kata Wu.

2. Pihak berwenang tambah pasokan antibisa di rumah sakit

ular (unsplash.com/David Clode)

Pusat Konvergensi Media Hengzhou turut mengeluarkan panduan darurat mengenai pencegahan dan penanganan gigitan ular pada Rabu (8/7/2026). Panduan tersebut menyebutkan bahwa ular-ular dapat bersembunyi di rumah-rumah, area tangga, sudut-sudut bangunan dan di sepanjang bantaran sungai. Masyarakat pun diimbau mengenakan perlengkapan pelindung, seperti sepatu bot, pakaian berlengan panjang dan jas hujan saat melintasi genangan banjir.

Pusat tersebut juga menyatakan bahwa otoritas setempat telah menambah persediaan antibisa dan membuka jalur penanganan cepat bagi pasien korban gigitan ular di Rumah Sakit Rakyat Hengzhou, yang merupakan pusat penanganan gigitan ular resmi di kota tersebut.

Media pemerintah melaporkan bahwa tenaga medis spesialis telah dikirimkan untuk membantu penanganan medis. Selain itu, sejumlah pos layanan kesehatan tambahan juga telah didirikan di wilayah terdampak.

3. Korban tewas akibat banjir di seluruh China mencapai 38 orang

ilustrasi banjir (pixabay.com/Hermann)

Dilansir The Guardian, insiden ini terjadi di tengah banjir bandang yang melanda Guangxi, di mana dua waduk jebol pada Senin (6/7/2026) hingga menyebabkan sejumlah desa di beberapa kota kebanjiran. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas, enam lainnya hilang dan sedikitnya 50 ribu warga dievakuasi.

Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, total korban jiwa akibat badai dahsyat yang melanda sejumlah wilayah di China telah meningkat menjadi 38 orang. Sementara itu, tanah longsor di provinsi Gansu menewaskan 21 orang, sementara badai petir dan angin puting beliung merenggut sedikitnya 11 nyawa di provinsi Hubei.

Presiden China, Xi Jinping, telah menyerukan upaya penyelamatan secara maksimal di tengah banjir dan cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article