Dia menyebut penyidik masih menemukan perkembangan dalam proses penyidikan yang memungkinkan adanya penggeledahan di sejumlah titik lainnya. Setiap perkembangan dalam proses penyidikan akan disampaikan kepada publik.
Geledah Lokasi ke-13 Rampung, Polda Metro Jaya Masih Dijaga Ketat

Jakarta, IDN Times - Penjagaan di Polda Metro Jaya masih terlihat ketat usai dilakukan penggeledahan di lokasi ke-13 dalam dugaan kasus korupsi yang sedang diusut polisi. Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi pada Jumat (10/7/2026), pintu masuk menuju ke Polda Metro Jaya dari arah SCBD dijaga sekitar enam personel kepolisian. Mereka terlihat menenteng senjata laras panjang.
Penjagaan yang lebih tebal juga terlihat di pintu masuk Direktorat Tindak Kriminal Khusus yang mengusut dugaan tiga kasus rasuah dan satu Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu. Sejumlah personel yang menenteng senapan laras panjang juga terlihat berjaga di depan pintu masuk Ditreskrimsus. Ketika dipantau pukul 09.30 WIB tidak terlihat aktivitas mencolok.
Sehari sebelumnya, Polda Metro Jaya sempat didatangi sejumlah personel TNI usai melakukan penggeledahan di 12 lokasi pada Rabu, 8 Juli 2026. Mereka disebut ingin menjemput saksi dan barang bukti. Meskipun hal itu dibantah Mabes TNI.
Sementara, di depan area Ditreskrimsus terlihat tiga karangan bunga tanpa identitas pengirim. Karangan bunga itu bertuliskan 'Jangan mundur rakyat bersama Polri', 'Presiden Prabowo bersama Polri', dan 'Bravo Polri rakyat bersama Polri.'
Sementara, lokasi ke-13 yang digeledah personel kepolisian pada Kamis malam, 9 Juli 2026 merupakan sebuah ruko di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan tersebut lanjutan dari kegiatan penyidikan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Penggeledahan di titik yang ke-13 malam hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan penyidikan yang sebelum-sebelumnya," ungkap Budi di lokasi, Jumat (10/7/2026) dini hari.
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan perkembangan hasil pemeriksaan saksi dan gelar perkara yang dilakukan penyidik.
"Kami masih melihat proses penggeledahan masih berjalan dan dari hasil pemeriksaan keterangan saksi maupun gelar perkara, artinya masih ada perkembangan ke beberapa titik-titik lainnya," tutur dia.
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani oleh joint investigation Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang terkait dugaan korupsi tata kelola batu bara PT PLN, dugaan korupsi PT Asabri dan Jiwasraya, serta dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

















