“Militarisasi benua Eropa, fokus pada peningkatan kemampuan pertahanan, persiapan untuk konflik bersenjata dengan Rusia dan, tentu saja, bantuan untuk Ukraina. Sangat disayangkan karena jika para ahli strategi NATO berhenti sejenak dan berpikir, mereka mungkin tidak akan membuat keputusan yang tidak bertanggung jawab yang dapat menyebabkan bencana bukan hanya bagi aliansi, tetapi juga bagi seluruh dunia,” jelas Zakharova, seperti dilansir The Strait Times.
Rusia Kecam Komitmen NATO Beri Bantuan Militer buat Ukraina

- Rusia mengecam keras komitmen NATO memberi bantuan militer ke Ukraina, menilai langkah itu bisa membawa konsekuensi buruk bagi aliansi dan stabilitas global.
- NATO sepakat memberikan bantuan militer senilai 70 miliar euro hingga 2027 untuk memperkuat pertahanan Ukraina melawan Rusia, termasuk sistem pertahanan udara canggih.
- Ukraina juga bergantung pada bantuan Amerika Serikat, namun dukungan itu menurun karena Washington kini fokus menghadapi konflik bersenjata dengan Iran.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Rusia mengecam keras komitmen NATO untuk memberi bantuan militer ke Ukraina. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Kamis (9/7/2026) mengatakan, tindakan tersebut bisa memberikan konsekuensi buruk bagi NATO pada masa mendatang. Namun, ia tidak menjelaskan secara detail konsekuensi apa yang dimaksud.
1. NATO berkomitmen memberi bantuan militer ke Ukraina senilai 70 juta euro

Sebelumnya, NATO telah berkomitmen untuk memberi bantuan militer ke Ukraina senilai 70 miliar euro atau setara Rp14,4 kuadriliun sampai 2027 mendatang. Bantuan militer ini bertujuan untuk membantu Ukraina melawan pasukan Rusia. Sebab, hingga kini, Rusia masih meluncurkan serangan ke Ukriana.
“Ukraina berkontribusi pada keamanan transatlantik dan Sekutu bersatu dalam dukungan teguh kami untuk Ukraina dalam membela kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya,” demikian bunyi pernyataan resmi 32 negara NATO yang dirilis dalam acara konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026).
2. NATO berkomitmen bantu Ukraina lawan Rusia

Bantuan militer ini merupakan bagian dari komitmen NATO untuk membantu Ukraina berperang melawan Rusia. Sebab, negara-negara NATO ingin perang di antara Moskow dan Kyiv segera berakhir. Apalagi, perang di antara kedua negara kini sudah genap memasuki tahun ke-4.
Bantuan militer yang diberikan NATO ke Ukraina umumnya terdiri dari berbagai jenis senjata dan alutsista militer, termasuk sistem pertahanan udara. Sebab, Ukraina kini sedang membutuhkan sistem pertahanan udara yang canggih. Sistem ini penting untuk menghalau serangan drone dan rudal yang ditembakkan oleh pasukan Rusia.
3. Ukraina juga selalu mengandalkan bantuan militer dari Amerika Serikat

Selain dari NATO, Ukraina sebetulnya juga kerap mengandalkan bantuan militer dari Amerika Serikat (AS). AS kerap memberikan bantuan rudal ke Ukraina, terutama rudal patriot. Namun, sejak berperang dengan Iran, bantuan militer AS ke Ukraina menyusut tajam. Sebab, Washington lebih banyak menggunakan dana dan cadangan alutsistanya untuk melawan Iran daripada untuk membantu Ukraina. Terlebih tensi AS dan Iran kini kembali memanas.
Saat ini, AS dan Iran kembali terlibat baku serang. Aksi saling serang di antara kedua negara terjadi pada Rabu dan Kamis. Peristiwa ini dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal yang sedang berlayar di Selat Hormuz pada Selasa (7/7/2026) lalu. Padahal, dalam kesepakatan damai dengan AS, Iran sudah dilarang melakukan serangan apa pun di salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia tersebut.














