Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan pada Selasa (20/10/2026), bahwa lebih dari 19 juta warga Afghanistan terancam mengalami kelaparan parah menjelang datangnya musim dingin. Kondisi genting ini terjadi seiring berkurangnya dana bantuan internasional yang memaksa penutupan berbagai fasilitas penanganan gizi di negara tersebut.
Badan kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa krisis kekurangan pangan ini akan membawa dampak buruk berkepanjangan bagi jutaan anak hingga tahun 2027 mendatang. Tanpa penanganan darurat yang cepat, jutaan keluarga diperkirakan tidak akan mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem dan ketiadaan pasokan bahan makanan.
