Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB Ungkap Ada 5 Gunung Terbakar di Jatim, Siapkan Water Bombing dan OMC

4 min read
BNPB Ungkap Ada 5 Gunung Terbakar di Jatim, Siapkan Water Bombing dan OMC
Tim gabungan terus melakukan pemadaman kebakaran hutan siang dan malam guna memadamkan kebakaran di Gunung Bromo, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
  • Lima wilayah gunung dan kawasan di Jawa Timur mengalami kebakaran, dengan sebagian lahan dan titik api masih belum padam.

  • BNPB menambah helikopter water bombing dan pesawat OMC untuk memperkuat penanganan kebakaran.

  • Pembersihan sungai dan penerapan prosedur keselamatan relawan diminta untuk mengurangi risiko lanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap ada lima wilayah gunung dan kawasan di Jawa Timur yang saat ini mengalami kebakaran. Untuk mempercepat penanganan, BNPB akan menambah satu helikopter water bombing dan satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kelima wilayah tersebut yakni Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Argopuro, Gunung Saeng di Bondowoso, TPA Supit Urang di Kota Malang, dan Gunung Bromo.

  1. 1. Lima wilayah di Jatim masih terbakar

    BNPB Ungkap Ada 5 Gunung Terbakar di Jatim, Siapkan Water Bombing dan OMC
    Kebakaran lahan dan hutan di Gunung Bromo, Jawa Timur. (Dokumentasi BNPB)

    Berton menjelaskan kebakaran di Gunung Arjuno-Welirang masih menyisakan sekitar 1.000 hektare lahan yang belum padam. Sementara, di Gunung Argopuro terdapat 1.297 titik yang belum berhasil dipadamkan.

    Kemudian, kebakaran di Gunung Saeng, Bondowoso, terjadi sejak 22 Oktober 2026 dan belum padam. Sementara, kebakaran di TPA Supit Urang, Kota Malang, telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026.

    "Dan ada Gunung Bromo yang sedang didata seperti apa jumlah dari lahan yang terbakar," kata Berton.

    Berton menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima petugas yang sebelumnya berupaya memadamkan api di kawasan Gunung Bromo. Kelima petugas tersebut dilaporkan terperangkap saat berusaha menangani kebakaran.

    "Dan kita tahu di sini beberapa waktu yang lalu kita mendapatkan kabar informasi ada lima jiwa yang meninggal, di mana mereka berusaha untuk memadamkan api di Bromo, tetapi mereka juga terperangkap di daerah tersebut, sehingga mereka mengembuskan napasnya, dan kami tetap menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya. Tentu kita menghargai segala upaya yang mereka lakukan selama ini," ujar dia.

  2. 2. BNPB tambah helikopter dan pesawat OMC

    BNPB Ungkap Ada 5 Gunung Terbakar di Jatim, Siapkan Water Bombing dan OMC
    Personel TNI Angkatan Udara (AU) ketika menurunkan boks berisi dry ice dari pesawat Casa NC-212 untuk modifikasi cuaca. (Dokumentasi TNI AU)

    Untuk memperkuat penanganan karhutla di Jawa Timur, BNPB akan menggeser satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan menuju Malang. Selain itu, satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat juga akan dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di sejumlah gunung di Jawa Timur.

    "BNPB akan menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan akan digeser ke Malang, serta satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat untuk mendukung operasi di Jawa Timur di beberapa gunung yang lain," kata Berton.

    Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga perlu memadukan kearifan lokal dan upaya spiritual. Kepala BNPB mengajak masyarakat, termasuk pemuka agama untuk berdoa bersama agar hujan segera turun. Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memperkuat sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla).

    "Di mana di satu pihak kita melakukan pemadaman api, di pihak lain ada masyarakat atau kelompok masyarakat yang melakukan pembakaran. Ini yang kita sayangkan sehingga Pemda kami minta untuk tetap memperkuat sosialisasi dan untuk tidak melakukan masyarakat atau siapa pun itu, tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan apa pun," ujar Berton.

  3. 3. BNPB minta sungai dibersihkan dan relawan utamakan keselamatan

    BNPB Ungkap Ada 5 Gunung Terbakar di Jatim, Siapkan Water Bombing dan OMC
    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    BNPB juga meminta pemerintah daerah bersama TNI-Polri segera membersihkan aliran sungai dari material dan kayu bekas terbakar di kawasan Arjuno, Bromo, Ijen, dan Tengger. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air dan longsor ketika memasuki musim hujan setelah periode kemarau.

    "Kepala BNPB meminta seluruh pemerintah daerah yang ada hadir tadi bersama-sama tentu dengan TNI-Polri untuk segera membersihkan aliran sungai dari material serta kayu bekas terbakar di kawasan Arjuno, Bromo, Ijen, dan Tengger untuk mengurangi risiko luapan air dan longsor," kata dia.

    BNPB juga mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri, Manggala Agni, mahasiswa, serta masyarakat dan relawan dalam penanganan karhutla. Namun, para relawan diminta tidak bekerja secara mandiri dan tetap mengikuti rencana operasi dari pos komando. BPBD juga diminta melakukan supervisi terhadap keamanan dan keselamatan relawan.

    BNPB meminta adanya safety officer di lokasi, serta pelaksanaan briefing sebelum operasi dan debriefing setelah operasi. Pengerahan relawan juga harus disesuaikan dengan durasi operasi dan dilakukan secara bergantian apabila relawan telah mengalami kelelahan fisik maupun mental.

    Selain itu, relawan diminta memiliki pengetahuan mengenai teknik pemadaman karhutla serta menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, seperti helm keselamatan, kacamata pelindung, masker respirator standar N95, pakaian tahan panas, sarung tangan tahan panas, dan sepatu boot lapangan.

    "Apabila sudah mengalami kelelahan atau mengalami kehausan, segera beristirahat dan minum air yang secukupnya," ujar Berton.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More