Aksi pemblokiran jalan selama berminggu-minggu menghambat akses menuju La Paz dan El Alto yang dihuni sekitar dua juta penduduk. Akibatnya, pasokan bahan makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya terganggu.
Pemerintah menyebut banyak warga kesulitan bekerja, mengakses layanan kesehatan, hingga memperoleh kebutuhan sehari-hari akibat penutupan jalur transportasi darat.
"Rakyat Bolivia tidak boleh terus disandera oleh blokade yang menghalangi mereka bekerja, belajar, berobat, memenuhi kebutuhan hidup, dan mencari nafkah," kata Presiden Rodrigo Paz, dilansir Times of India.
Gangguan distribusi juga berdampak pada sektor kesehatan. Sejumlah rumah sakit dilaporkan mengalami kekurangan pasokan oksigen medis, sementara Ombudsman Bolivia mencatat adanya korban jiwa yang diduga berkaitan dengan sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.
Di tengah krisis tersebut, Amerika Serikat menawarkan bantuan logistik untuk membantu kelancaran distribusi kebutuhan pokok. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dikabarkan telah berbicara langsung dengan Presiden Paz mengenai dukungan itu.