“Dua tahun dilarang beraktivitas di bidang seni, dilarang meninggalkan negara, dan hukuman berupa 74 cambukan untuk kita semua,” tulis Monzavi dalam sebuah unggahan di Instagram pada Kamis (18/6/2026), seperti dilansir Times of Israel, Sabtu (20/6/2026).
Tampil Tanpa Hijab, Penyanyi Iran Dihukum Cambuk 74 Kali

- Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi dijatuhi hukuman 74 cambukan dan larangan beraktivitas dua tahun karena tampil tanpa hijab dalam siaran langsung YouTube pada Desember 2024.
- Kasus tersebut diajukan kembali ke Pengadilan Pidana Provinsi Qom yang menilai tindakan Ahmadi melanggar kesopanan publik dengan memproduksi konten dianggap vulgar di internet.
- Iran dikenal memiliki aturan ketat soal hijab bagi perempuan, yang sebelumnya juga memicu protes besar setelah kematian Mahsa Amini pada 2022 akibat penegakan aturan serupa.
1. Hukuman bermula saat Ahmadi melakukan siaran langsung pada 2024

Hukuman ini bermula ketika Ahmadi melakukan siaran langsung di YouTube untuk konser musiknya pada Desember 2024. Dalam video yang ada di kanal YouTube-nya, Ahmadi kala itu terlihat menyanyikan lagu berbahasa Iran dengan mengenakan pakaian terbuka serba hitam tanpa hijab. Ia juga ditemani sejumlah rekannya yang terdiri dari pemain drum, pemain piano, pemain gitar, dan pemain bas yang juga memakai pakaian serupa.
Beberapa hari setelah siaran langsung berlangsung, Ahmadi dan rekannya yang terlibat dalam siaran di YouTube ditahan oleh polisi Iran. Sebab, penampilan Ahmadi yang melakukan siaran langsung tanpa hijab dianggap telah mencederai nilai-nilai agama Islam. Namun, beberapa hari setelah ditahan, Ahmadi dan rekannya dibebaskan.
2. Kasus kembali diajukan ke pengadilan

Sayangnya, kasus Ahmadi yang melakukan siaran langsung tanpa hijab pada 2024 kembali diajukan ke pengadilan. Sebab, sejumlah pihak menganggap Ahmadi dan rekan-rekannya harus diberi hukuman berat karena telah melakukan siaran langsung dengan penampilan yang sama sekali tidak Islami. Inilah yang akhirnya membuat Ahmadi dan rekan-rekannya divonis hukuman cambuk 74 kali.
“Putusan ini dikeluarkan oleh Pengadilan Pidana Provinsi Qom. Tuduhan terhadap mereka adalah melukai kesopanan publik dengan memproduksi dan menerbitkan konten vulgar dan tidak bermoral di internet,” demikian bunyi laporan salah satu media reformis Iran, Emtedad, pada Kamis.
3. Iran punya aturan hijab yang sangat ketat bagi perempuan

Iran sendiri memang punya aturan hijab yang ketat untuk perempuan. Sebab, mereka ingin menjaga penampilan perempuan agar tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Sayangnya, aturan ini membuat Iran terkadang bertindak anarkis hingga membahayakan nyawa warganya sendiri.
Pada September 2022, misalnya, polisi Iran menangkap seorang perempuan bernama Mahsa Amini karena kedapatan tidak memakai hijab. Namun, tidak lama kemudian, Amini dilaporkan tewas secara tiba-tiba saat dirinya sedang menjalani hukuman di penjara. Sejumlah pihak menduga Amini dianiaya oleh polisi Iran. Namun, polisi Iran berdalih Amini tewas karena sebab alami tanpa campur tangan siapa pun.
Kematian Amini ini akhirnya memicu gelombang protes luas dari kalangan perempuan yang ada di Iran. Mereka memprotes Pemerintah Iran yang dianggap terlalu kaku dalam menerapkan aturan hijab untuk perempuan.













![[QUIZ] Tebak Nama Presiden Negara Peserta Piala Dunia 2026 Saat Ini, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_eb303502a2c25570fd881db56061c870_42c4a4ab-ef89-471a-80da-777dc3f4c599.jpg)




